Industri Manufaktur Indonesia Mulai Kejar Transformasi Digital di Era AI

  • 28 Mei 2026 12:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Transformasi digital di sektor manufaktur Indonesia semakin menjadi kebutuhan mendesak seiring berkembangnya teknologi artificial intelligence (AI) dan otomatisasi industri. Namun di balik tren tersebut, banyak perusahaan dinilai masih menghadapi masalah mendasar berupa sistem operasional yang belum saling terhubung.

Vice President Asia Epicor, Vincent Tang, mengatakan banyak perusahaan terlalu fokus membicarakan AI tanpa menyiapkan fondasi digital yang kuat terlebih dahulu. “Saat ini banyak perusahaan langsung berbicara mengenai AI dan otomatisasi, padahal fondasi dasarnya belum tentu siap,” ujarnya seperti dilansir dari Bisnis Tekno, Sabtu 23 Mei 2026.

Menurut Vincent, persoalan terbesar industri manufaktur Indonesia saat ini adalah penggunaan sistem yang masih terpisah-pisah di berbagai divisi perusahaan. Data produksi, inventori, pembelian, hingga keuangan sering kali berjalan sendiri-sendiri sehingga perusahaan kesulitan melihat kondisi bisnis secara menyeluruh dan real-time.

Kondisi tersebut membuat pengambilan keputusan menjadi lebih lambat di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Padahal, sektor manufaktur saat ini dituntut bergerak cepat karena rantai pasok global terus berubah dan permintaan pasar semakin dinamis.

Untuk mengatasi masalah itu, banyak perusahaan mulai beralih menggunakan sistem enterprise resource planning atau ERP modern. Teknologi ini memungkinkan berbagai fungsi bisnis terhubung dalam satu platform sehingga data perusahaan bisa dipantau secara lebih terintegrasi.

ERP kini tidak lagi sekadar dipakai untuk pencatatan administrasi dan laporan keuangan. Sistem tersebut berkembang menjadi pusat pengelolaan operasional yang membantu perusahaan menghubungkan penjualan, produksi, inventori, distribusi, hingga rantai pasok secara bersamaan.

Dengan sistem yang saling terhubung, perusahaan bisa memperoleh visibilitas operasional secara lebih cepat dan akurat. Hal ini penting karena keputusan bisnis berbasis data kini menjadi salah satu kunci utama memenangkan persaingan industri modern.

Selain ERP, penggunaan teknologi cloud juga semakin banyak diterapkan di sektor manufaktur. Sistem berbasis cloud memungkinkan perusahaan mengakses data secara real-time dari berbagai lokasi sekaligus mempermudah integrasi dengan teknologi lain seperti internet of things (IoT) dan otomatisasi mesin produksi.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya peluang Indonesia sebagai basis manufaktur baru di Asia Tenggara. Banyak perusahaan global mulai memindahkan sebagian rantai produksinya dari China ke negara seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena memiliki pasar domestik luas, sumber daya manusia melimpah, dan sektor industri yang terus berkembang. Jika transformasi digital berjalan optimal, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar di kawasan dalam beberapa tahun mendatang.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Meski begitu, Vincent mengingatkan bahwa digitalisasi industri tidak bisa dilakukan secara instan. “Modernisasi perlu dilakukan bertahap sesuai kesiapan operasional dan sumber daya manusia perusahaan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....