Cara Mengontrol Pikiran lewat Metode Uji Fakta

  • 06 Okt 2026 07:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Dugaan yang muncul dalam pikiran tidak selalu merupakan fakta, sehingga seseorang perlu berhenti sejenak, memeriksa informasi, dan mempertimbangkan respons sebelum bertindak. Cara tersebut menjadi bagian dari materi “Prasangka dan Wiweka” yang disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama ( Kemenag )Kabupaten Badung, Ni Luh Ernawati, S.H., dalam Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar.

Ernawati mengungkapkan untuk menghadapi prasangka buruk, seseorang bisa menggunakan metode “Pause – Periksa – Pilih” ketika menerima informasi yang belum pasti kebenarannya. “Jangan langsung membalas pesan, menuduh, menyindir, atau mengambil keputusan ketika emosi sedang tinggi,” ujar Ernawati.

Ernawati menjelaskan tahap pause berarti berhenti sebentar sebelum memberikan reaksi, kemudian mengamati pikiran dengan menanyakan apa yang sebenarnya sedang muncul dalam diri. Selanjutnya fakta diuji dengan melihat apa yang benar-benar diketahui, apa yang hanya dugaan, bukti yang mendukung, serta kemungkinan penjelasan lainnya.

Setelah itu, seseorang perlu menyadari perasaan yang muncul tanpa menjadikannya sebagai bukti bahwa sebuah dugaan benar, sebelum mengevaluasi tindakan yang paling sesuai dengan Dharma. Proses tersebut membantu seseorang mengambil jarak antara apa yang terjadi, dengan cerita yang dibangun oleh pikirannya sendiri.

Ernawati menambahkan metode tersebut dapat diterapkan melalui rumus “Fakta – Tafsir – Respons”, misalnya ketika seseorang belum membalas pesan selama lima jam. Faktanya adalah pesan belum dibalas, sedangkan anggapan bahwa orang tersebut sengaja mengabaikan merupakan tafsir yang belum tentu benar, sehingga respons dapat diubah, dengan menunggu atau bertanya secara baik ketika waktunya tepat.

Ernawati mengungkapkan kemampuan membedakan fakta, tafsir, perasaan, dan respons, membuat seseorang tidak mudah dikendalikan oleh dugaan yang belum terbukti. “Dharma mengajarkan kita untuk melihat dengan jernih, bukan sekadar melihat sesuai dengan apa yang ingin kita percaya,” ucap Ernawati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....