Wanita dan Dharma, Menjaga Keluarga serta Generasi Penerus
- 22 Sep 2026 07:42 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Penyuluh Agama Hindu I Gusti Ayu Laksmi Dewi membahas peran penting wanita dalam keluarga, kehidupan sosial, dan menjaga keberlangsungan nilai-nilai Dharma.
- Wanita memiliki kedudukan signifikan dalam ajaran agama Hindu yang disampaikan melalui program Surya Puja oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar.
- Perkembangan zaman memberikan ruang yang semakin luas bagi wanita untuk berperan di berbagai bidang kehidupan dengan kemampuan menempatkan diri dalam lingkungan yang berbeda-beda.
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ayu Laksmi Dewi, membahas peran wanita dalam ajaran agama Hindu melalui program siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 22 September 2026. Ia menjelaskan bahwa wanita memiliki kedudukan penting dalam keluarga, kehidupan sosial, serta dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Dharma.
Menurut Laksmi Dewi, perkembangan zaman membuat wanita memiliki ruang yang semakin luas untuk berperan dalam berbagai bidang kehidupan. “Wanita dewasa ini mampu menempatkan dirinya dalam lingkungan yang berbeda-beda,” ujarnya.
Dalam keluarga, wanita memiliki sejumlah peran, antara lain sebagai istri, ibu, sekaligus pendidik bagi anak-anak. Menurutnya, seorang ibu berperan dalam merawat anak sekaligus memberikan pembinaan karakter yang berlandaskan ajaran Dharma agar tumbuh menjadi anak suputra.
Ia menjelaskan, konsep wanita dalam bahasa Sanskerta dikaitkan dengan istilah “swanita”, yang terdiri dari kata swa dan nita serta dimaknai sebagai upaya menyucikan diri. “Swanita artinya mensucikan sendiri, kemudian berkembang menjadi pengertian tentang manusia yang berperan luas dalam Dharma atau pengamal Dharma,” jelasnya.
Dalam pandangan Hindu, wanita juga memiliki peran penting dalam keberlangsungan kehidupan melalui kelahiran generasi penerus. Karena itu, pengamalan ajaran agama dan pembentukan karakter menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam kehidupan seorang wanita.
Laksmi Dewi juga menguraikan Panca Srada sebagai lima keyakinan dasar umat Hindu, yakni percaya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Atman, Punarbawa, Karmapala, dan Moksa. “Panca seradah terdiri dari dua kata yaitu panca yang artinya lima, sedangkan seradah yang artinya kepercayaan,” ungkapnya.
Menurutnya, keyakinan terhadap Karmapala mengajarkan setiap perbuatan akan membawa akibat, sehingga manusia perlu membiasakan diri melakukan perbuatan yang baik. “Setiap perbuatan akan meninggalkan bekas,” katanya, seraya menjelaskan bahwa bekas perbuatan tersebut dikenal sebagai karma wasana.
Ia menambahkan, kehidupan manusia merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri melalui perbuatan yang baik dan menjalankan Dharma. Dalam konteks ini, wanita juga memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan ajaran Hindu agar kehidupan keluarga dan generasi penerus tetap berada dalam nilai-nilai Dharma.
Dalam kehidupan perkawinan atau wiwaha, wanita memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang harmonis bersama suami. “Wanita pada tingkatan grahasta atau hidup setelah perkawinan, seyogianya selalu setia menemani suami dan setia membantu suami,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi antara suami dan istri agar kehidupan rumah tangga berjalan harmonis dan terhindar dari kesalahpahaman. Menurutnya, komunikasi yang baik juga perlu dibangun antara orang tua dan anak sebagai fondasi keluarga yang bahagia, tenteram, damai, dan sejahtera.
Di tengah kehidupan modern, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut menyebut wanita memiliki hak dan kewajiban untuk berperan di berbagai bidang, termasuk bekerja dan menyampaikan pendapat dalam keluarga. “Kesetaraan yang dimaksud dalam hal ini adalah kesetaraan dalam mengungkapkan pendapat,” ucapnya.
Menurutnya, wanita yang turut bekerja membantu perekonomian keluarga juga perlu dihargai dan dihormati oleh suami. Ia menilai pembagian peran dalam keluarga perlu dilandasi komunikasi, penghormatan, serta pemahaman terhadap tanggung jawab masing-masing.
Laksmi Dewi menegaskan bahwa wanita memiliki kedudukan yang mulia dalam ajaran Hindu dan patut dihormati. “Wanita memiliki kedudukan yang sangat mulia yang harus dihormati dan dihargai,” ujarnya.
Ia menambahkan, wanita memiliki hak yang sama dengan pria dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat dan berkontribusi dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai serta sejahtera. Dengan berpegang pada Dharma, wanita diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai istri, ibu, anggota keluarga, sekaligus bagian dari masyarakat secara seimbang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....