Kesetaraan Gender dalam Keluarga, Anak Laki-laki dan Perempuan Perlu Belajar Peran

  • 18 Sep 2026 13:14 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pola asuh orang tua memiliki pengaruh besar terhadap cara anak memahami peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika anak sejak kecil dibatasi berdasarkan jenis kelaminnya, misalnya anak laki-laki dianggap tidak perlu mengerjakan pekerjaan domestik sementara anak perempuan lebih banyak diarahkan pada pekerjaan rumah tangga, pola tersebut dapat membentuk bias gender yang terbawa hingga dewasa.

Patajuh Patengen Pasikian Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali, Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani dalam dialog Pro 1 RRI Denpasar menjelaskan, salah satu pola pengasuhan yang perlu diwaspadai adalah pola asuh otoriter. Dalam pola ini, orang tua cenderung memegang kuat nilai-nilai tradisional mengenai bagaimana laki-laki dan perempuan seharusnya bersikap.

Anak kemudian dinilai berdasarkan label gender sebelum orang tua memahami potensi, kemampuan, bakat, minat dan keinginannya. Padahal, anak laki-laki tidak selalu identik dengan matematika atau bidang tertentu, begitu pula anak perempuan tidak otomatis lebih cocok dengan seni maupun pekerjaan domestik.

Nah laki-laki juga berhak jadi anak yang lemah gitu, ya. Jadi pengekangan emosional itu, takutnya, semakin orang tua itu mengekang emosionalnya. Membatasi konstruksi pribadinya itu akan menimbulkan agresi yang berkepanjang nanti ketika anak-anak akan dewasa.” Jelas Rhiesa dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi pada Senin 14 September 2026.

Menurutnya, orang tua juga perlu membedakan pola asuh demokratis dengan pola asuh permisif. Menjadi orang tua yang modern bukan berarti membebaskan anak menerima seluruh informasi dan menentukan segala sesuatu tanpa pendampingan.

Pola asuh demokratis tetap memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan keinginan dan pendapat, namun orang tua tetap memberikan batasan serta nilai yang menjadi pedoman. Sehingga anak memiliki kebebasan untuk berkembang tanpa kehilangan arah dalam memahami nilai keluarga, agama dan lingkungan sosialnya.

Penerapan pengasuhan tanpa bias gender dapat dimulai dari hal sederhana di rumah. Anak laki-laki maupun perempuan perlu diberikan kesempatan untuk mengenali dirinya sendiri sekaligus mendapatkan tanggung jawab terhadap pekerjaan rumah.

Memasak, membersihkan rumah, menyiapkan kebutuhan keluarga maupun pekerjaan lainnya bukan semata-mata tugas ibu atau ayah, tetapi dapat menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga. Anak laki-laki dapat membantu menyiapkan sarapan, sementara anak perempuan juga dapat membantu pekerjaan yang selama ini dianggap sebagai pekerjaan laki-laki, seperti membersihkan kendaraan atau berkegiatan di luar rumah.

Selain pembagian pekerjaan, anak juga membutuhkan ruang untuk mengekspresikan emosinya secara sehat. Anak perempuan tidak harus selalu lembut, manis dan tidak boleh menyanggah, sementara anak laki-laki tidak harus selalu kuat dan dilarang menangis. Pelabelan semacam itu dapat membatasi keberanian anak untuk menyampaikan pendapat maupun mengeksplorasi potensinya.

Pola pengasuhan tersebut juga menjadi penting ketika dikaitkan dengan kehidupan adat di Bali yang memiliki sistem patrilineal. Kesetaraan gender bukan berarti menghilangkan struktur adat maupun sistem kewarisan yang berlaku, tetapi bagaimana laki-laki dan perempuan dapat menjalankan kehidupan beragama, budaya dan tanggung jawab sosial secara lebih seimbang.

Ketika perempuan dan laki-laki sama-sama bekerja dan berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga, tugas-tugas domestik maupun kegiatan adat juga perlu dibicarakan dan dibagi secara proporsional.

Dalam konteks pelestarian budaya Bali, tanggung jawab terhadap adat dan agama juga tidak seharusnya hanya dibebankan kepada anak perempuan. Anak laki-laki pun perlu memahami dan terlibat dalam kegiatan budaya dan keagamaan, karena generasi penerus laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan nilai dan budaya yang diwariskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....