Menjelajahi Destinasi Wisata Budaya Candi Tebing Bali
- 09 Sep 2026 14:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pulau Bali tidak hanya terkenal dengan pantainya yang indah, tetapi juga dengan kekayaan pariwisata budayanya yang memikat lewat peninggalan purbakala berupa candi. Dilansir dari berbagai sumber, berbeda dengan daerah lain, warisan purba di Pulau Dewata ini hadir dalam dua bentuk memukau, yaitu candi monumental seperti Candi Pegulingan, Candi Kalibubuk, Candi Yeh Mangening, Candi Pengukur-ukuran, dan Candi Wasan, serta candi bercorak relief eksotis yang dipahatkan langsung pada dinding tebing batu cadas yang dikenal sebagai Candi Tebing.
Bagi para pelancong pencinta sejarah, keberadaan candi relief ini menawarkan rute wisata edukasi yang sangat memanjakan mata. Wisatawan dapat mengunjungi situs ikonik seperti Candi Tebing Kompleks Gunung Kawi Tampaksiring, Candi Tebing Krobokan, Candi Tebing Tegallinggah Bedulu, hingga Candi Tebing Tateapi di Kabupaten Gianyar. Keunikan struktur yang menyatu dengan alam ini memberikan atmosfer spiritual yang magis, menjadikannya magnet kuat bagi jurnalis foto dan wisatawan mancanegara yang berburu autentisitas budaya Bali Kuno.
Daya tarik utama dari wisata Candi Tebing ini terletak pada konsep pembangunannya yang sangat ramah lingkungan dan berwawasan ekologi. Pada masa lampau, masyarakat Bali Kuno sengaja tidak melakukan eksploitasi atau pembongkaran tebing sungai secara berlebihan demi mendirikan bangunan berdiri sendiri. Langkah cerdas ini diambil untuk mencegah terjadinya erosi pinggir sungai yang dapat memicu sedimentasi berbahaya di daerah aliran sungai (DAS), sehingga pasokan air dan daur hidrologi di sekitarnya tetap terjaga murni hingga ratusan tahun kemudian.
Melalui arsitektur hijau kuno ini, Candi Tebing tidak sekadar berfungsi sebagai tempat pemujaan sakral, melainkan juga sebagai monumen pelestarian alam yang visioner. Pemanfaatan tebing cadas di aliran sungai yang indah ini membuktikan bahwa aktivitas religiusitas dan pariwisata sejak dahulu kala dapat berjalan beriringan tanpa merusak bentang alam. Keberhasilan restorasi dan keaslian situs yang terjaga hingga hari ini menjadi bukti nyata tingginya kepedulian leluhur Bali terhadap isu lingkungan hidup.
Saat berkunjung ke situs-situs ini, wisatawan secara tidak langsung diajak untuk meresapi kearifan lokal (local genius) masyarakat Bali Kuno. Warisan cerdas dari para undagi (arsitek lokal) dan pemahat kuno ini menuntut kita untuk selalu menjaga keserasian, keindahan, dan kebersihan lingkungan sekitar situs. Ke depan, pengembangan pariwisata budaya berbasis Candi Tebing ini diharapkan terus mengedepankan asas konservasi agar keindahan spiritual dan kelestarian hidrologi sungai Bali tetap lestari bagi generasi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....