Belajar “Apikin Mesolah”, Kebaikan yang Mengajarkan Ketulusan
- 12 Agt 2026 20:34 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Siaran Obrolan Galang Kangin RRI Pro 4 edisi Selasa, 11 Agustus 2026, mengangkat tema 'Apikin Mesolah' untuk mengajak pendengar memahami pentingnya berbuat baik dan menjaga kejujuran.
- Materi siaran menekankan bahwa setiap perbuatan manusia memiliki konsekuensi dan menjadi bagian dari perjalanan karma masing-masing individu.
- Dalam masyarakat Hindu Bali, nilai kebaikan tercermin melalui pelaksanaan yadnya, termasuk kebiasaan membuat banten jotan atau banten saiban sebagai penerapan ajaran kesusilaan.
RRI.CO.ID, Denpasar – Siaran Obrolan Galang Kangin RRI Pro 4 di Pro 4 RRI Denpasar edisi Selasa, 11 Agustus 2026, mengangkat tema “Apikin Mesolah” bersama Ajik Tibah dan Ni Wayan Karmini, mengajak pendengar memahami pentingnya berbuat baik, menjaga kejujuran, serta menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. Materi tersebut menekankan bahwa setiap perbuatan manusia memiliki konsekuensi dan menjadi bagian dari perjalanan karma masing-masing.
Dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali, nilai kebaikan juga tercermin melalui pelaksanaan yadnya, termasuk kebiasaan membuat banten jotan atau banten saiban setelah memasak. “Banten jotan merupakan penerapan ajaran kesusilaan Hindu yang mengajarkan umat untuk tidak mementingkan diri sendiri dan mendahulukan kepentingan di luar diri,” kata Tibah.
Sementara Karmini menjelaskan, selain yadnya, pendengar diajak memahami pentingnya kejujuran sebagai dasar membangun kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat. “Kalau kita sudah ada kejujuran, akan tumbuh kepercayaan,” ungkapnya.
Pembahasan juga mengingatkan bahwa berbuat baik hendaknya tidak semata-mata dilakukan untuk mengejar hasil atau balasan tertentu. “Kita berjalan terus berbuat dan berbuat, tanpa memperhitungkan hasil,” ucap Tibah.
Obrolan lebih lanjut menyinggung konsep Astakosala Kosali sebagai salah satu pengetahuan tradisional Bali dalam menata lahan, rumah, dan bangunan suci berdasarkan ukuran tubuh manusia. Konsep tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat Bali memiliki kearifan lokal dalam menciptakan ruang tinggal dan tempat suci yang selaras dengan nilai budaya serta lingkungan.
Pada bagian akhir, pendengar diajak membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya berdoa, bersyukur, dan terus berusaha melakukan kebaikan. “Yang ketiga, selalu berterima kasih atau bersyukur,” ungkap Karmini.
Melalui tema “Apikin Mesolah”, Galang Kangin menghadirkan pesan bahwa kehidupan yang baik dibangun melalui tindakan nyata, kejujuran, tanggung jawab, dan ketulusan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dalam menjalankan kehidupan beragama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....