Merawat Diri Menjadi Bentuk Penghormatan kepada Tuhan

  • 12 Agt 2026 20:30 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Merawat diri dalam ajaran Hindu bukan hanya berkaitan dengan penampilan fisik tetapi juga merupakan bentuk kesadaran spiritual yang penting.
  • Tubuh dipandang sebagai wadah suci bagi Atman sehingga memerlukan pemeliharaan kesehatan, kebersihan, dan keseimbangan yang baik.
  • Merawat diri adalah cara menghargai diri sebagai ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesuai dengan nilai-nilai spiritual Hindu.

RRI.CO.ID, Denpasar – Merawat diri tidak sekadar berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari kesadaran spiritual dalam ajaran Hindu. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ida Ayu Rara Angga Diatmi, dalam program siaran Surya Puja Pro 4 RRI Denpasar, Selasa 11 Agustus 2026.

Rara menjelaskan, tubuh merupakan wadah suci bagi Atman sehingga perlu dijaga kesehatan, kebersihan, dan keseimbangannya. “Merawat diri adalah cara kita menghargai diri sebagai ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.

Menurutnya, merawat diri bukan bentuk egoisme, sebab seseorang membutuhkan kondisi fisik dan mental yang baik untuk menjalankan dharma serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Konsep Tri Kaya Parisudha juga mengajarkan pentingnya menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan yang perlu didukung dengan waktu istirahat dan perhatian terhadap diri sendiri.

Rara juga mengaitkan perawatan diri dengan konsep saucah atau kesucian lahir dan batin, yang diwujudkan melalui menjaga kebersihan tubuh, mengonsumsi makanan yang baik, beristirahat cukup, serta menjaga pikiran dari iri dan kebencian. “Merawat diri bukan egois, merawat diri adalah tanggung jawab,” ucapnya.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental menjadi bagian penting dalam merawat diri karena tekanan dan pikiran yang tidak terkendali dapat memengaruhi seseorang dalam menjalankan dharma. Ia mengajak masyarakat memberikan waktu untuk menenangkan diri melalui meditasi, sembahyang dengan kesadaran, serta belajar memaafkan diri atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Dalam perspektif Tri Hita Karana, keharmonisan tidak hanya dibangun melalui hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, tetapi juga perlu diawali dengan hubungan yang harmonis dengan diri sendiri. “Jika kita tidak berdamai dengan diri sendiri, sulit rasanya berdamai dengan orang lain,” ungkap Dayu Rara.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung menambahkan, merawat diri dapat dilakukan melalui langkah sederhana seperti melukat, yoga, meditasi, menjaga pola makan, tidur yang cukup, serta membatasi paparan negatif dari media sosial. Pada akhirnya, merawat diri bukan tentang kemewahan, melainkan kesadaran untuk menjaga tubuh, menenangkan pikiran, dan memuliakan jiwa.

Rara mengajak masyarakat tidak merasa bersalah ketika menyediakan waktu untuk dirinya sendiri karena hal tersebut merupakan bagian dari penghargaan terhadap diri dan pelaksanaan dharma. “Merawat diri adalah kesadaran, merawat diri adalah penghargaan, merawat diri adalah salah satu bentuk dharma,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....