Mengapa Keikhlasan Penting di Masa Lansia? Ini Penjelasannya

  • 10 Agt 2026 15:07 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Keikhlasan merupakan sikap penting di usia lanjut untuk mencapai ketenangan batin dan kedamaian dalam menjalani kehidupan.
  • Menurut ajaran Hindu, usia lanjut adalah tahapan kehidupan yang mengarahkan seseorang untuk mengurangi keterikatan pada hal-hal duniawi dan memperdalam kehidupan spiritual.
  • Keikhlasan bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan kekuatan batin untuk tetap berusaha sungguh-sungguh dan menerima hasil apapun dengan penuh kesadaran.

RRI.CO.ID, Denpasar – Keikhlasan menjadi salah satu sikap penting yang perlu ditumbuhkan pada masa lanjut usia untuk mencapai ketenangan batin dan kedamaian dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Made Oka Megayasa, dalam program siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Senin 10 Agustus 2026.

Megayasa menjelaskan, usia lanjut merupakan bagian dari tahapan kehidupan dalam ajaran Hindu yang mengarahkan seseorang untuk mulai mengurangi keterikatan terhadap hal-hal duniawi dan memperdalam kehidupan spiritual. “Keikhlasan bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan kekuatan batin untuk tetap berusaha dengan sungguh-sungguh dan mampu menerima apapun hasilnya dengan penuh kesadaran,” jelasnya.

Menurutnya, pemahaman terhadap hukum karmapala dapat membantu seseorang menerima berbagai pengalaman kehidupan dengan lebih lapang, karena setiap orang memiliki perjalanan karma masing-masing. “Dengan menyadari hukum karmapala, kita tidak lagi melihat kehidupan sebagai sesuatu yang tidak adil, tetapi memahami bahwa setiap pengalaman merupakan bagian dari proses pembelajaran jiwa,” katanya.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut menambahkan, keikhlasan juga dapat membantu seseorang melepaskan luka batin, memaafkan kesalahan masa lalu, serta mengurangi keterikatan terhadap harta, jabatan maupun hubungan dengan orang lain. “Belajar memaafkan bukan karena orang lain selalu benar, tetapi karena kita ingin menjalani hidup dengan hati yang benar,” ujarnya.

Megayasa menyebutkan, terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan keikhlasan, antara lain melatih rasa syukur, mengurangi keterikatan, memaafkan dan melepaskan masa lalu, mengisi waktu dengan kegiatan positif serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Praktik sembahyang, japa mantra, membaca ajaran suci dan berbagi pengalaman kepada generasi muda dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkuat kehidupan spiritual di usia lansia.

Ia menegaskan, keikhlasan tidak berarti menyerah terhadap keadaan, tetapi menyerahkan hal-hal yang berada di luar kemampuan manusia kepada Tuhan setelah melakukan usaha terbaik. “Dari keikhlasan akan lahir ketenangan, kebijaksanaan dan kedamaian sejati yang menjadi tujuan dalam perjalanan hidup,” tegasnya.

Melalui sikap ikhlas, masa lansia diharapkan tidak dipandang sebagai masa untuk larut dalam penyesalan maupun kekhawatiran, melainkan sebagai kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menemukan makna kehidupan. Keikhlasan, rasa syukur dan penerimaan terhadap perjalanan hidup menjadi bekal penting untuk menjalani masa senja dengan hati yang damai dan penuh kebijaksanaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....