Media Sosial Kerap Memperkeruh Fenomena Konflik Warga di Bali
- 06 Agt 2026 10:32 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Perkembangan teknologi digital saat ini telah mengubah cara pandang masyarakat dalam merespons insiden perselisihan antarwarga di Bali. Penyuluh Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama ( Kemenag) Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Arya, S.Ag., M.Pd.H., ketika berbincang dalam acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar mengingatkan bahaya kecepatan penyebaran informasi di media sosial tanpa kontrol dapat memperkeruh suasana, jika tidak disertai data dan fakta yang akurat.
Nyoman Arya menambahkan jika di masa lalu peristiwa kriminal atau kekeliruan warga, hanya diketahui oleh segelintir lingkungan lokal, kini rekaman videonya dapat menyebar luas hanya dalam hitungan menit. Fenomena viral tersebut sering kali memperkeruh situasi, karena memicu opini publik yang destruktif serta memperkuat stereotip negatif.
Terkait maraknya konsumsi berita kekerasan di platform digital, Nyoman Arya memberikan pandangannya mengenai eskalasi masalah kecil menjadi besar. "Ketika beban ekonomi meningkat dan emosi warga mudah tersulut, kepungan berita viral di media sosial, membuat konflik kecil berkembang jauh lebih besar dari yang semestinya," ucap Nyoman Arya.
Kondisi ini menjadi ujian nyata bagi ketahanan sosial masyarakat Bali, yang selama ini dikenal memiliki sistem kekeluargaan dan hukum adat yang sangat solid. Menurut Nyoman Arya ketegangan yang muncul di ruang digital kerap membawa dampak langsung terhadap keharmonisan hidup berdampingan di dunia nyata.
Nyoman Arya mengungkapkan rentetan peristiwa viral tersebut seharusnya dijadikan sebagai momentum penting, untuk memperkuat ruang dialog interaktif, serta membenahi mekanisme penyelesaian masalah di tingkat bawah. Penguatan solidaritas antarwarga menjadi kunci utama, agar Bali tidak kehilangan jati dirinya sebagai wilayah yang aman dan damai.
Nyoman Arya mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk tidak memandang Bali sebagai daerah yang sepenuhnya bebas dari masalah sosial. "Konflik yang terjadi belakangan ini di media sosial, harus kita jadikan evaluasi bersama untuk memperbarui solidaritas sosial, sehingga citra harmoni Bali tumbuh semakin kokoh menuju jaman Satyayuga," ujar Nyoman Arya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....