Tak Ada yang Kebetulan, Semua Terjadi karena Perjanjian

  • 04 Agt 2026 07:07 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Program Obrolan Galang Kangin RRI Pro 4 Denpasar mengangkat tema filosofis tentang makna pertemuan dan peristiwa dalam kehidupan manusia.
  • Pembawa acara Ajik Tibah menyatakan bahwa tidak ada pertemuan yang terjadi secara kebetulan, melainkan karena adanya perjanjian yang telah digariskan.
  • Setiap pertemuan dan hubungan antarmanusia diyakini membawa pelajaran berharga dan memiliki makna mendalam dalam perjalanan hidup.

RRI.CO.ID, Denpasar — Program Obrolan Galang Kangin RRI Pro 4 Denpasar mengangkat tema "Segalanya Karena Perjanjian" yang dibawakan Ajik Tibah dan Beli Kejoer. Dalam perbincangan tersebut dijelaskan bahwa setiap pertemuan dan peristiwa dalam kehidupan diyakini memiliki makna serta tidak terjadi secara kebetulan.

Tibah mengatakan bahwa hubungan antarmanusia lahir karena adanya keterikatan yang telah digariskan sehingga setiap perjumpaan membawa pelajaran berharga. "Tidak ada pertemuan yang benar-benar terjadi secara kebetulan, semuanya berlangsung karena sebuah perjanjian," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesadaran akan makna pertemuan dapat menumbuhkan rasa syukur, saling menghargai, dan menjaga hubungan antarsesama dengan lebih baik. "Yang terpenting bukan hanya bertemu, tetapi bagaimana kita menjaga nilai dari setiap pertemuan itu," katanya.

Dalam dialog tersebut juga ditekankan pentingnya menjalani kehidupan sesuai ajaran Dharma agar setiap langkah tetap berada pada jalan kebenaran. Menurut Kejoer, Dharma menjadi pedoman yang menjaga manusia dalam menghadapi berbagai situasi dan tantangan kehidupan.

Ia mengutip ajaran "Dharmo Rakshati Rakshitah" sebagai pengingat bahwa orang yang menjaga Dharma akan memperoleh perlindungan dari Dharma itu sendiri. "Selama kita tetap berada di jalan Dharma, Dharma akan melindungi kita di mana pun berada," ujarnya.

Selain menjaga hubungan dengan sesama, umat Hindu juga diajak memperkuat rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui sembahyang, rasa syukur, dan pengabdian yang tulus. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi landasan untuk membangun kehidupan yang harmonis sekaligus memperkokoh karakter spiritual.

Di akhir siaran, pendengar diajak memaknai setiap perjumpaan sebagai kesempatan untuk berbuat baik, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas diri. "Mari jadikan setiap pertemuan sebagai jalan untuk menebarkan kebaikan dan memperkuat pengabdian kepada Tuhan," ucap Ajik Tibah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....