Menjadi Hindu Kekinian tanpa Kehilangan Nilai Luhur

  • 03 Agt 2026 09:40 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Hindu Ida Bagus Caniartha Satwika mengajak generasi muda Hindu untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur ajaran Hindu.
  • Menjadi Hindu kekinian bukan sekadar mengikuti tren, melainkan mampu mengaktualisasikan ajaran Hindu dalam kehidupan modern.
  • Pesan ini disampaikan melalui program Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar dengan tema 'Menjadi Hindu yang Kekinian Tanpa Meninggalkan Nilai Luhur' pada tanggal 2 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ida Bagus Caniartha Satwika, mengajak umat Hindu, khususnya generasi muda, untuk mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur ajaran Hindu. Ajakan tersebut disampaikan dalam program Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar yang mengangkat tema Menjadi Hindu yang Kekinian Tanpa Meninggalkan Nilai Luhur, Senin 3 Agustus 2026

Menurut Caniartha, menjadi Hindu yang kekinian bukan sekadar mengikuti tren, tetapi mampu mengimplementasikan ajaran Hindu dalam kehidupan modern. "Menjadi Hindu yang kekinian bukan berarti sekadar mengikuti tren atau gaya hidup modern, melainkan mampu mengaktualisasikan ajaran Hindu dalam kehidupan masa kini," ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep Desa Kala Patra menunjukkan bahwa ajaran Hindu bersifat fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Nilai-nilai dasar seperti Dharma, Tri Kaya Parisudha, Tat Twam Asi, dan Karma Phala harus tetap menjadi pedoman dalam berpikir, berkata, dan bertindak, termasuk saat menggunakan media sosial dan teknologi digital.

"Di era digital, Tri Kaya Parisudha mengajarkan kita untuk berpikir positif, berkata santun, serta tidak menyebarkan hoaks maupun ujaran kebencian," kata Caniartha. Ia menambahkan, penerapan Tat Twam Asi juga penting agar masyarakat mampu menghargai perbedaan, menjaga empati, serta membangun toleransi di tengah kehidupan yang majemuk.

Lebih lanjut, ia menilai generasi muda menghadapi berbagai tantangan, mulai dari derasnya arus informasi, gaya hidup instan dan hedonis, hingga menurunnya minat terhadap kegiatan keagamaan. Namun, perkembangan teknologi juga membuka peluang besar untuk memperluas pembelajaran agama Hindu, menyebarkan konten positif, serta mempererat hubungan antarumat Hindu melalui platform digital.

"Teknologi hanyalah alat, dampaknya bergantung pada bagaimana kita menggunakannya," tegasnya. Karena itu, generasi muda didorong memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi, Dharma Wacana digital, serta berbagi inspirasi yang mengandung nilai-nilai kebaikan.

Ia juga mengajak generasi muda memahami makna setiap upacara keagamaan, aktif berkarya di media sosial dengan konten yang mendidik, menjaga keseimbangan antara penampilan dan kualitas batin, serta terlibat dalam kegiatan sosial dan kepemudaan. Keteladanan dalam kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dinilai menjadi cerminan nyata ajaran Hindu di tengah masyarakat modern.

"Jangan sampai kita modern secara gaya, tetapi kosong secara makna. Jadikan ajaran Hindu sebagai kompas kehidupan, bukan sekadar simbol," pungkas Ida Bagus Caniartha Satwika mengakhiri siaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....