Sastra Suci Tak Cukup Dihafal, Generasi Muda Harus Pahami Maknanya

  • 28 Sep 2026 13:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pemahaman terhadap sastra suci Hindu tidak cukup hanya dengan menghafal dan melantunkannya. Nilai yang terkandung di dalamnya perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar, I Made Arka, mengatakan Dharma Gita dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan menghayati sastra suci Hindu. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi dan perolehan juara.

I Made Arka menilai Dharma Gita perlu menjadi ruang regenerasi agar sastra suci tetap hidup di tengah perubahan zaman. Pembinaan generasi muda dapat dilakukan melalui sekolah, pasraman, keluarga, banjar, dan lingkungan masyarakat.

“Agar kita tidak hanya mampu melantunkan sastra suci, tetapi juga memahami dan menghidupi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kita ingin anak-anak muda memiliki karakter yang kuat, beretika, menghormati orang tua dan guru, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta menjaga keharmonisan dengan lingkungan,” ujar I Made Arka.

Ia mengatakan kemampuan menghafal ayat suci bukan menjadi ukuran utama keberhasilan generasi muda dalam mempelajari Dharma Gita. Menurutnya, yang lebih penting adalah tumbuhnya kecintaan terhadap sastra dan budaya Hindu serta penerapan nilai Dharma dalam perilaku.

“Bukan hanya sekadar menghafalkan saja ayat-ayat suci tersebut. Ukuran yang lebih penting sejauh mana kegiatan ini mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sastra dan budaya Hindu serta membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai ajaran Dharma,” katanya.

Menurut I Made Arka, generasi Hindu perlu mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan jati dirinya. Sastra suci tidak cukup hanya dilantunkan, tetapi perlu dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....