Perkuat Kearifan Lokal, Cegah Aksi Main Hakim Sendiri
- 29 Jul 2026 17:03 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Penguatan nilai-nilai kearifan lokal Bali dinilai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya aksi main hakim sendiri yang belakangan terjadi di sejumlah daerah. Tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan, baik dari perspektif agama maupun hukum.
Hal itu ditekankan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Arya, kepada RRI di Denpasar, Selasa 28 Juli 2026. Ia mengajak masyarakat kembali mengamalkan nilai persatuan, gotong royong, dan penyelesaian persoalan melalui jalur hukum demi menjaga Bali tetap harmonis dan damai.
Arya menjelaskan, dalam ajaran Hindu dikenal konsep hukum sekala (hukum yang berlaku di dunia) dan niskala (hukum spiritual). Karena itu, masyarakat diminta mempercayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum dan tidak mengambil tindakan berdasarkan emosi.
Ia menilai kemarahan merupakan emosi sesaat yang justru dapat menjerumuskan seseorang pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. "Emosi tidak bisa dijadikan dasar untuk menentukan benar atau salah. Ketika seseorang bertindak karena amarah, yang muncul bukan keadilan, melainkan tindakan yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum," katanya.
Arya menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal, seperti Sagilik Saguluk Salunglung Sabayantaka dan Vasudhaiva Kutumbakam, sebagai fondasi menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah menjadi identitas masyarakat Bali yang selama ini dikenal sebagai daerah yang damai dan penuh harmoni.
"Nilai-nilai inilah yang telah menjadikan Bali dikenal sebagai pulau yang harmonis. Sudah sepatutnya kita mengembalikan jati diri masyarakat Bali yang menjunjung kedamaian dan kebersamaan," katanya.
Selain itu, ia mendorong aparat penegak hukum untuk lebih mengedepankan langkah preventif dalam mencegah potensi konflik di masyarakat. Di sisi lain, tokoh agama diharapkan terus memberikan edukasi dan menanamkan nilai-nilai moral agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.
Arya berharap aksi main hakim sendiri tidak kembali terjadi dan seluruh elemen masyarakat mampu menjaga Bali sebagai daerah yang aman, damai, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....