Komunikasi Jadi Kunci Mencegah Salah Paham dan Konflik

  • 23 Jul 2026 14:42 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Komunikasi yang baik adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Berbagai persoalan sosial seperti kecewa, kerugian, dan konflik antarsesama sering kali berawal dari komunikasi yang tidak terbuka.
  • Setiap persoalan sebaiknya dibicarakan sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan lebih rumit.

RRI.CO.ID, Denpasar – Komunikasi yang baik menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan, menjaga keharmonisan, dan mencegah munculnya kesalahpahaman dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut mengemuka dalam Siaran Obrolan Galang Kangin bertajuk Pentingnya Komunikasi bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, 23 jULI 2026.

Dalam perbincangan tersebut dijelaskan bahwa berbagai persoalan, mulai dari rasa kecewa, kerugian, hingga konflik antarsesama, sering kali berawal dari komunikasi yang tidak terbuka. Karena itu, setiap persoalan sebaiknya dibicarakan sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

"Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, komunikasi harus lebih dulu dibangun," ujar Tibah. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang jujur dan saling percaya mampu memperkuat hubungan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Selain menjadi sarana menyampaikan pendapat, komunikasi juga dinilai penting untuk menumbuhkan rasa saling memahami. Dengan mendengarkan pandangan orang lain, setiap keputusan dapat diambil melalui pertimbangan yang matang tanpa didominasi emosi.

"Kalau sudah saling percaya, persoalan akan lebih mudah diselesaikan bersama," kata Kejoer. Menurutnya, kepercayaan lahir dari kebiasaan berdialog secara terbuka dan menghargai setiap perbedaan pandangan.

Tibah juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memperoleh informasi yang utuh. Ia menilai sikap terbuka terhadap komunikasi akan menghindarkan seseorang dari prasangka, pertengkaran, hingga tindakan yang merugikan semua pihak.

"Jangan membiarkan emosi menguasai diri sebelum komunikasi dilakukan," tegas Tibah. Ia menambahkan bahwa setiap persoalan akan lebih mudah diselesaikan apabila semua pihak bersedia duduk bersama dan mencari jalan keluar.

Pada akhir siaran, Tibah dan Kejoer mengajak masyarakat menjadikan komunikasi sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. "Mari biasakan berbicara dengan baik, mendengar dengan hati, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah," pungkas Kejoer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....