Rahasia Hidup Damai Dimulai dari Pikiran, Ucapan, dan Perbuatan

  • 21 Jul 2026 10:07 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ni Luh Sumarni Juliartini, mengajak umat Hindu menerapkan ajaran Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari melalui siaran Surya Puja di RRI Denpasar.
  • Tri Kaya Parisudha adalah ajaran yang menekankan kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai dasar membangun pribadi berkarakter dan menciptakan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis.
  • Istilah Tri Kaya Parisudha berasal dari tiga kata: Tri (tiga), Kaya (perilaku atau perbuatan), dan Parisudha (suci atau disucikan), yang ketiga-tiganya harus dijaga dari hal-hal yang tidak baik.

RRI.CO.ID, Denpasar — Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ni Luh Sumarni Juliartini, mengajak umat Hindu menjadikan ajaran Tri Kaya Parisudha sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari melalui siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Senin, 20 Juli 2026. Menurutnya, ajaran tersebut menekankan kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai dasar membangun pribadi yang berkarakter sekaligus menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis.

"Secara sederhana Tri Kaya Parisudha berarti berpikir baik, berkata baik, dan berbuat baik," ujar Juliartini. Ia menjelaskan bahwa istilah Tri berarti tiga, Kaya berarti perilaku atau perbuatan, sedangkan Parisudha bermakna suci atau disucikan sehingga ketiganya harus senantiasa dijaga dari hal-hal yang tidak baik.

Juliartini menegaskan bahwa pikiran merupakan sumber utama yang memengaruhi ucapan dan tindakan manusia sehingga pengendalian pikiran menjadi langkah pertama dalam mengamalkan Tri Kaya Parisudha. Ia mengutip ajaran Weda yang mengingatkan pentingnya menjaga pikiran agar tetap tenang, dipenuhi kasih sayang, mampu mengendalikan iri hati, serta senantiasa diarahkan pada kebajikan melalui disiplin dan pengendalian diri.

"Dengan adanya pikiran yang baik akan timbul perkataan yang baik sehingga terwujud perbuatan yang baik," katanya. Ia menambahkan bahwa seseorang perlu membiasakan diri berpikir positif, rajin bekerja, mudah memaafkan, dan mengendalikan hawa nafsu agar mampu menjadi pribadi yang berbudi luhur sesuai tuntunan Dharma.

Selain pikiran, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut mengingatkan pentingnya menjaga ucapan karena setiap kata memiliki konsekuensi terhadap kehidupan seseorang. Ia mengutip ajaran Nitisastra yang menjelaskan bahwa perkataan dapat mendatangkan kebahagiaan, persahabatan, kesulitan, bahkan bencana sehingga setiap orang harus berbicara dengan sopan, jujur, dan penuh pertimbangan.

"Janganlah sembarangan berbicara karena setiap perkataan dapat menimbulkan akibat baik maupun buruk," tegasnya. Ia juga menekankan bahwa perbuatan baik akan melahirkan karma yang baik, sedangkan perbuatan buruk akan menghasilkan karma buruk sehingga umat Hindu didorong untuk selalu mengutamakan kebajikan dalam setiap tindakan.

Pada akhir pemaparannya, Sumarni Juliartini mengajak masyarakat menerapkan Tri Kaya Parisudha secara konsisten melalui penyucian pikiran, pengendalian ucapan, dan perbuatan yang selaras dengan ajaran Dharma. "Mari kita menerapkan Tri Kaya Parisudha sesuai kemampuan masing-masing agar kehidupan menjadi lebih damai, harmonis, dan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun sesama," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....