Menguak Rahasia Kemenangan Hidup Sejati Berlandaskan Jnana Tattwa

  • 19 Jun 2026 22:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Upaya menguak rahasia kemenangan hidup sejati berlandaskan sastra suci Jnana Tatwa dikupas secara mendalam oleh tokoh spiritual Jero Gede Mekel Made Sukadha dalam acara Obrolan Komunitas yang disiarkan oleh Pro 4 RRI Denpasar, Sabtu, 13 Juni 2026. Melalui perbincangan tersebut, Jero Gede Sukadha mengajak seluruh pemirsa untuk merefleksikan kembali, apakah esensi hari suci Galungan sebagai simbol kemenangan dharma atas adharma, sudah benar-benar terwujud secara nyata dalam keseharian nyata manusia.

Jero Gede Sukadha mengungkapkan tolok ukur utama dari sebuah kemenangan sekala yang realistis, ditandai dengan terpenuhinya minimal enam puluh lima persen, dari seluruh total kebutuhan pokok hidup manusia di dunia. Meskipun setiap individu, dipastikan tidak akan pernah luput dari kewajiban membayar utang moral maupun materiil kepada leluhur dan keluarga, esensi utama yang harus dicapai adalah ketenangan pikiran tanpa perlu merasa cemas berlebihan, mengenai pemenuhan logistik esensial untuk keesokan harinya.

Mengenai sifat dasar manusia yang cenderung sulit merasa puas, ahli astrologi horoskop ini menggarisbawahi, isi sastra kuno yang menyatakan bahwa keinginan duniawi manusia, tidak akan pernah ada batas akhirnya selama fisik masih bernapas. "Di dalam lontar Jnana Tattwa dijelaskan, bahwasannya selama hidung kita menghadap ke bawah, kita tidak akan pernah terpuaskan di dalam kehidupan ini” ujar Jero Gede Sukadha.

Lebih lanjut, Jero Gede Sukadha memaparkan bahwa takaran sebuah kepuasan rohani ,bersifat sangat personal dan mutlak, bergantung pada kapasitas serta ukuran baju kehidupan masing-masing orang yang berbeda. Ia menganalogikan bahwa pendapatan harian seorang pemulung sederhana sebesar seratus ribu rupiah, sudah bisa dikategorikan sebagai kemenangan besar baginya, sedangkan bagi seorang konglomerat, kemenangan baru dirasakan, ketika ia berhasil melipatgandakan pundi-pundi kekayaannya hingga hitungan triliun rupiah.

Jero Gede Sukadha menambahkan prinsip dasar dalam menyelesaikan setiap problematika duniawi, juga harus dilakukan secara bijaksana melalui resolusi yang bersih, tanpa menimbulkan rantai masalah baru yang jauh lebih rumit . Ia memberi contoh konkret yang jamak ditemui di masyarakat yaitu kebiasaan menutup utang lama dengan skema pinjaman baru yang lebih besar, sehingga menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Jero Gede Sukadha mengungkapkan leluhur telah mewariskan tuntunan agar manusia dapat hidup rukun, selaras, serta senantiasa menghargai sesama, alam, dan Tuhan. Oleh karena itu ia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengedepankan rasa syukur yang tulus atas segala bentuk rezeki yang diterima, sekaligus tetap konsisten berjuang dengan gigih. "Jadi berapapun pendapatan kita, berapapun perolehan kita, selalu kita bersyukur, yang penting kita jangan malas, jangan tidak berusaha, jangan tidak berjuang” tutup Jero Gede Sukadha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....