Hening di Era Digital, Kunci Menjaga Pikiran Tetap Tenang

  • 21 Jul 2026 07:21 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Hindu I Nengah Budiantara mengajak masyarakat membangun ketenangan batin di tengah arus informasi digital yang terus-menerus melalui program siaran Surya Puja RRI Denpasar.
  • Teknologi digital telah membawa kemudahan komunikasi dan akses informasi, namun juga menciptakan tantangan baru bagi kesehatan batin dan keseimbangan psikologis manusia.
  • Banyak orang semakin mudah terhubung dengan dunia luar melalui perangkat digital, tetapi justru mengalami kesulitan untuk terhubung dengan dirinya sendiri dan menemukan kedamaian batin.

RRI.CO.ID, Denpasar – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Nengah Budiantara, mengajak masyarakat membangun ketenangan batin di tengah derasnya arus informasi digital yang hadir tanpa henti setiap hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam program siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar melalui tema Hening di Tengah Bisingnya Dunia Digital, Minggu, 19 Juli 2026.

Menurut Budiantara, perkembangan teknologi telah menghadirkan kemudahan dalam komunikasi dan akses informasi, namun juga membawa tantangan baru bagi kesehatan batin manusia. Ia menilai banyak orang semakin mudah terhubung dengan dunia luar, tetapi justru semakin sulit terhubung dengan dirinya sendiri.

"Kita hidup pada masa ketika informasi datang tanpa harus diminta, setiap saat dan setiap detik," ujar Budiantara. I amenambahkan, di balik kemudahan itu, ada perubahan yang sangat nyata, yaitu manusia semakin mudah terhubung dengan dunia luar, tetapi semakin sulit merasakan ketenangan di dalam dirinya.

Budiantara menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu, pikiran merupakan pusat dari seluruh pengalaman manusia sehingga kualitas hidup sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola pikiran. Mengacu pada ajaran Bhagawad Gita, pikiran dapat menjadi penyebab keterikatan sekaligus jalan menuju kebebasan apabila dilatih dan dikendalikan dengan baik.

Ia mengatakan kegelisahan manusia modern sering kali bukan disebabkan persoalan besar, melainkan tumpukan informasi, notifikasi, komentar, dan berita yang terus memenuhi pikiran setiap hari. Kondisi tersebut membuat seseorang merasa lelah tanpa benar-benar memahami sumber kelelahan yang dialaminya.

"Hening bukan sekadar keadaan tanpa suara, tetapi keadaan batin ketika pikiran tidak lagi dikuasai oleh arus dari luar," katanya. Dijelaskan, Hening adalah kemampuan berhenti sejenak, kembali menyadari diri sendiri, dan melihat kehidupan dengan lebih jernih.

Ia menegaskan bahwa mencapai ketenangan tidak berarti harus meninggalkan teknologi ataupun menjauh dari kehidupan modern. Yang diperlukan adalah kemampuan mengatur hubungan dengan teknologi, termasuk memberi jeda sebelum merespons informasi serta membatasi konsumsi berita yang tidak penting.

Budiantara menyarankan masyarakat membangun kebiasaan sederhana, seperti tidak langsung membuka telepon genggam saat bangun tidur, menyediakan waktu beberapa menit untuk mengatur napas, serta meluangkan waktu berdoa dengan penuh kesadaran. "Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu mengembalikan ruang hening dalam pikiran," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa doa bukan hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga menjadi proses menata pikiran agar kembali teratur dan damai. Selain itu, kemampuan untuk tidak bereaksi secara berlebihan terhadap setiap informasi merupakan bagian dari kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan modern.

Menutup siarannya, Budiantara mengajak masyarakat melakukan refleksi diri mengenai sejauh mana mereka telah menyediakan ruang hening di tengah kesibukan digital. "Setiap orang harus mampu tetap memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan kendali atas pikiran, sehingga kehidupan dapat dijalani dengan lebih tenang, sadar, dan bermakna," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....