Bambu yang Mulai Hilang, Tradisi yang Mulai Terputus
- 08 Mei 2026 08:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Di balik berbagai sarana upacara dan tradisi masyarakat Bali, bambu selama ini menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun di tengah modernisasi dan perubahan gaya hidup, keberadaan bambu kini mulai berkurang dan perlahan terlupakan.
Dalam acara Rahajeng Bali pada Kamis, 7 Mei 2026, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Provinsi Bali, Sang Putu Adi Sanjaya, S.Kom., M.A.P., mengatakan hilangnya bambu bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga tanda mulai terputusnya warisan budaya leluhur Bali. “Ketika bambu mulai tidak digunakan, kita perlahan kehilangan bambu di Bali,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Bali dahulu sangat dekat dengan alam. Berbagai sarana upacara seperti semat hingga perlengkapan tradisional banyak memanfaatkan bambu sebagai bahan utama. Penggunaan bambu bukan sekadar praktis, tetapi memiliki makna filosofis dan ekologis.
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Bali, bambu memiliki hubungan dengan keseimbangan alam. Bahkan dalam beberapa pemahaman leluhur, bambu dianggap bagian penting dalam menjaga sumber air dan lingkungan sekitar.
Namun kini, penggunaan bahan alami mulai tergeser oleh bahan instan dan produk modern. Perubahan tersebut secara tidak langsung memengaruhi keberadaan tanaman bambu yang semakin jarang ditanam dan dirawat masyarakat.
Padahal, menurutnya, warisan leluhur Bali sebenarnya telah mengajarkan hubungan harmonis antara budaya dan lingkungan. Tradisi tidak hanya dimaknai sebagai ritual, tetapi juga sebagai cara menjaga alam agar tetap lestari. “Kita ini sebenarnya amnesia terhadap warisan adiluhung leluhur Bali,” tegasnya.
Selain berkurangnya penggunaan bambu, perubahan pola hidup masyarakat modern juga dinilai membuat hubungan manusia dengan alam semakin renggang. Nilai gotong royong dan kebiasaan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak perlahan mulai memudar.
Bagi masyarakat Bali, bambu bukan hanya tanaman biasa. Ia adalah bagian dari identitas budaya, simbol keseimbangan alam, sekaligus pengingat bahwa tradisi dan lingkungan sejatinya saling terhubung. Ketika bambu mulai hilang, bukan hanya alam yang berubah, tetapi juga nilai-nilai budaya yang perlahan ikut terputus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....