WHDI Denpasar Gelar Pelatihan Banten Otonan

  • 30 Apr 2026 16:34 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar menggelar pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu bagi ibu-ibu PKK di Lingkungan Taman Sekar, Kelurahan Padangsambian. Langkah tersebut sebagai upaya meningkatkan pemahaman keagamaan dan keterampilan tradisi Hindu.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Banjar setempat, Minggu 26 April 2026 tersebut diikuti lebih dari 20 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari WHDI Kota Denpasar.

Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman tidak hanya tentang teknik pembuatan banten, tetapi juga makna filosofisnya. “Pelatihan ini difokuskan pada pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu agar para peserta memahami cara membuat, pengaplikasian, serta filosofi banten sesuai sastra agama Hindu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu memiliki peran penting dalam upacara otonan yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali sebagai peringatan hari kelahiran menurut tradisi Hindu di Bali. Sementara itu, narasumber pelatihan, Ni Wayan Sukerti, memaparkan bahwa Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu terdiri atas berbagai komponen, di antaranya ulun banten seperti pejati, gebogan, pengambean, peras soda, dan dapetan pokok.

Selain itu juga terdapat sesayut, tebasan pemiak kala, segehan manca warna, bayakaonan, dan prayascita. “Peserta juga diberikan pemahaman terkait filosofi masing-masing komponen serta tata cara penggunaannya dalam upacara otonan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan pembuatan banten merupakan program rutin tahunan WHDI yang juga menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antar peserta. Salah satu peserta, Anak Agung Inten, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam memahami tata cara pembuatan banten.

“Kegiatan ini sangat membantu kami memahami pembuatan banten dan penerapannya dalam upacara, mengingat kehidupan masyarakat Bali tidak lepas dari kegiatan keagamaan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....