Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Dibutuhkan Peran Generasi Muda
- 30 Apr 2026 07:24 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Kade Ratna Wati, dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, 30 April 2026, menekankan pentingnya penguatan Sraddha dan Bhakti sebagai benteng utama dari bahaya narkoba. Ia menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya menjadi ancaman serius di tengah kehidupan modern.
“Narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan mental, moral, dan masa depan seseorang,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa dalam ajaran Hindu, segala sesuatu yang merusak tubuh, pikiran, dan jiwa termasuk dalam perbuatan Adharma.
Lebih lanjut dijelaskan, lemahnya keyakinan atau Sraddha menjadi salah satu faktor internal yang mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. “Jika Sraddha kita kuat, maka kita akan mampu menolak dan menjauhkan diri dari pengaruh negatif tersebut,” katanya.
Ratna Wati memaparkan bahwa dalam ajaran Hindu terdapat konsep Panca Sraddha yang menjadi dasar keyakinan umat. Kelima unsur tersebut meliputi kepercayaan kepada Tuhan, Atman, hukum karma, kelahiran kembali, dan Moksha sebagai tujuan akhir kehidupan.
“Tubuh ini ibarat rumah bagi Atman, sehingga wajib dijaga agar tetap bersih dan sehat,” jelasnya. Menurutnya, mengonsumsi narkoba sama halnya seperti membawa api ke dalam rumah yang dapat merusak diri sendiri dan orang lain.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap hukum Karma Phala sebagai pengingat bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi. “Perbuatan buruk akan membawa hasil buruk, demikian pula sebaliknya,” ungkapnya.
Selain itu, keyakinan terhadap Punarbhawa atau kelahiran kembali diharapkan mampu mendorong umat untuk selalu berbuat sesuai dharma. Hal ini menjadi motivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik demi masa depan rohani.
Dalam mencapai tujuan akhir berupa Moksha, Ratna Wati mengingatkan agar umat tidak terikat pada hal-hal negatif termasuk narkoba. Ia menilai keterikatan duniawi justru akan menjauhkan manusia dari kebahagiaan sejati.
“Selain sraddha, bhakti juga harus diperkuat melalui sembahyang, yadnya, dan perbuatan baik,” kata Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut. Menurutnya, orang yang memiliki bhakti kuat akan lebih mampu mengendalikan diri dari godaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha, yakni berpikir, berkata, dan berbuat yang baik. “Narkoba jelas bertentangan dengan ketiga prinsip tersebut,” tegasnya.
Peran generasi muda dinilai sangat penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Namun, ia mengingatkan bahwa generasi muda juga menjadi kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh lingkungan dan gaya hidup.
“Generasi muda harus memperkuat iman, aktif dalam kegiatan positif, dan selektif dalam pergaulan,” ujar Ratna Wati. Ia menambahkan bahwa pengaruh media sosial dan tuntutan ekonomi sering menjadi pemicu keterlibatan dalam peredaran narkoba.
Selain itu, keluarga disebut sebagai faktor utama dalam pembentukan karakter anak. Orang tua diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus memberikan perhatian dan pengawasan terhadap perkembangan anak.
“Orang tua harus menjadi tempat ternyaman bagi anak untuk pulang,” katanya. Ia mengingatkan bahwa kurangnya perhatian dapat mendorong anak mencari pelarian ke hal-hal negatif.
Lingkungan yang baik juga berperan penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Sinergi antara keluarga, masyarakat, dan nilai-nilai agama dinilai mampu membentuk karakter yang kuat.
Sebagai penutup, Ida Ayu Kade Ratna Wati mengajak umat untuk menjadikan ajaran dharma sebagai pedoman hidup. “Dengan sraddha dan bhakti yang kuat, kita dapat melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari bahaya narkoba,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....