Menanamkan Ajaran Anti-Bullying di tengah Perkembangan Teknologi

  • 29 Apr 2026 07:22 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ni Gusti Putu Bintari, dalam program Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu, 29 April 2026 menegaskan pentingnya menanamkan ajaran anti-bullying di tengah perkembangan teknologi dan media sosial saat ini. Ia menyampaikan, “Bullying bukanlah masalah kecil, melainkan persoalan serius yang dapat menimbulkan dampak fisik dan mental bagi korban.” ucapnya.

Menurutnya, ajaran Hindu telah memberikan pedoman jelas untuk menolak segala bentuk kekerasan, salah satunya melalui konsep Dharma yang menuntun umat pada kebenaran dan kebajikan. “Salah satu ajaran utama adalah ahimsa, yakni tidak menyakiti makhluk lain, baik melalui perbuatan, perkataan, maupun pikiran,” ujarnya.

Bintari juga menjelaskan bahwa ajaran Tat Twam Asi mengajarkan empati dengan memandang orang lain sebagai diri sendiri sehingga tidak ada alasan untuk menyakiti sesama. “Jika kita tidak ingin disakiti, maka jangan lakukan hal yang sama kepada orang lain,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, ia mengutip nilai-nilai dalam Bhagawad Gita yang mengajarkan pengendalian diri, kejujuran, serta kasih sayang sebagai landasan dalam berinteraksi sosial. “Sikap penuh kasih dan tidak membenci adalah kunci menciptakan hubungan harmonis di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, ia mengingatkan bahwa bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan fisik, pengucilan, hingga penyebaran komentar negatif di media sosial. “Kita harus berani mengatakan bahwa bullying itu salah dan tidak boleh dibiarkan terjadi di lingkungan sekitar,” tegas Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda untuk menjadi agen perubahan dengan menunjukkan sikap saling menghargai dan berani membela korban secara bijak. “Jadilah pribadi yang membawa kedamaian, bukan membawa luka, serta menjadi alasan orang lain tersenyum, bukan menangis,” pesannya.

Sebagai penutup, Ni Gusti Putu Bintari mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih tanpa bullying. Ia menambahkan, “Dengan menerapkan ajaran ahimsa, Tat Twam Asi, dan karma phala, kita dapat membangun kehidupan yang harmonis dan sejahtera," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....