Tata Busana dalam Seni Tari
- 13 Apr 2026 10:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar : Salah satu dari unsur kebudayaan adalah seni. Seni ini mencakup seni rupa (visual), seni musik (audio), seni tari (gerak), seni teater/drama (peran) dan seni sastra (kata). Mengenai seni tari, dilansir dari http://repo.isi-dps.ac.id, merupakan ungkapan perasaan manusia yang dinyatakan dengan gerakan-gerakan tubuh manusia sebagai alat ungkap dan ditangkap oleh penonton. Di samping unsur gerak, seni tari juga terdiri dari unsur iringan, tata rias dan tata busana, tempat serta tema.
Tata Busana adalah segala perlengkapan yang dikenakan penari saat memperagakan peran tertentu di atas pentas. Tata busana dapat berupa pakaian yang berfungsi sebagai penutup (pelindung) badan ataupun peralatan untuk kelengkapan menari (property). Tata busana ini juga termasuk perhiasan (asesoris) ataupun tanda pengenal (atribut) yang membedakan pemeran yang satu dengan pemeran yang lain. Contohnya untuk membedakan busana raja, patih, pangeran, prajurit, rakyat, raksasa, binatang dan lain-lain.
Fungsi tata busana atau kostum ini adalah untuk mendukung tema dalam tari. Selain itu busana digunakan memperjelas/mempertegas peran/tokoh dalam suatu sajian tari. Busana yang baik dalam seni tari bukan sekedar untuk menutup badan penari tetapi harus dapat mendukung desain ruang. Unsur tata busana dalam seni tari terdiri dari tata busana realis dan tata busana simbolis.
Tata busana realis merujuk pada tata busana yang bisa dilihat dalam keseharian.Contoh model tata busana realis di dalam seni tari tradisi kita, bisa dirujuk pada berbagai model busana seni pencak di Jawa Barat, pencak silat di Jawa Timur, silek di Minang, mencak di Bali dan akmencak di Makassar.
Tata busana simbolis ini berbeda dengan tata busana realis. Tata busana simbolis di dalam seni tari tradisi cenderung memperlihatkan keberlimpahannya. Hampir sebagian besar model busana tari-tarian tradisi yang terdapat di Nusantara umumnya berorientasikan kepada konsep-konsep simbolik. Contohnyamodel-model busana tari yang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan dengan tegas memperlihatkan detail-detail ornamen yang menggambarkan simbol-simbol dari kebudayaan tersebut.
Ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan atau dipertimbangkan dalam pembuatan busana/kostum antara lain sebagai berikut.
Busana tari harus enak dipakai dan tidak mengganggu gerak tari serta sedap dipandang penonton.
Busana tari selalu mempertimbangkan isi dan tema tari.
Busana tari hendaknya bisa merangsang imajinasi penonton.
Busana tari hendaknya bisa memproyeksikan kepada penarinya sehingga buasna dapat menjadi bagian dari diri si penari.
Keharmonisan dalam pemilihan warna, karena berkaitan dengan tata cahaya atau lampu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....