Beryadnya Sesuai kemampuan Dilandasi Ketulusan Hati
- 09 Apr 2026 09:04 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Siaran Obrolan Galang Kangin Pro 4 RRI Denpasar mengangkat tema “Beryadnya Bukan Karena Gengsi” bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer, Kamis 9 April 2026. Obrolan ini membahas pentingnya melaksanakan yadnya dengan dasar ketulusan, bukan karena dorongan pamer atau tekanan sosial.
Dalam perbincangan tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan yadnya sering kali dipengaruhi oleh keinginan untuk terlihat lebih dari orang lain. Sikap ini dinilai dapat menggeser makna spiritual yadnya menjadi sekadar ajang gengsi.
Narasumber menjelaskan bahwa dorongan seperti itu berkaitan dengan sifat rajas dalam ajaran Hindu, yakni keinginan yang berlebihan dan orientasi pada hasil. Jika tidak dikendalikan, sifat ini dapat menimbulkan beban, baik secara mental maupun ekonomi.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa pelaksanaan yadnya yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Beban biaya yang tinggi bahkan dapat menimbulkan utang dan mengganggu keharmonisan keluarga.
Ajik Tibah menekankan bahwa yadnya seharusnya dilakukan sesuai kemampuan, bukan dipaksakan demi penilaian orang lain. Ketulusan hati menjadi hal utama dalam setiap persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Sementara itu, Beli Kejoer menambahkan bahwa rasa gengsi hanya akan menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan dalam diri. Sebaliknya, yadnya yang sederhana namun tulus justru memberikan ketenangan dan kebahagiaan batin.
Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa masyarakat perlu memahami esensi yadnya sebagai wujud bhakti, bukan sebagai simbol status sosial. Kesadaran ini penting agar pelaksanaan yadnya tetap berada pada jalur dharma.
Di akhir siaran, pendengar diajak untuk kembali pada nilai dasar ajaran agama dengan mengedepankan keikhlasan. Dengan demikian, yadnya yang dilakukan akan membawa manfaat spiritual tanpa menimbulkan beban dalam kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....