Wanita Berperan Pengamal Dharma, Menciptakan Suasana Religius

  • 07 Apr 2026 08:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Lita Yowana Aprilini Dewi, dalam program siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 7 April 2026, memaparkan tentang peran wanita setelah menikah dalam perspektif ajaran Hindu. Ia menegaskan bahwa peran tersebut sangat mulia dan penting dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

Dalam pemaparannya, wanita disebut sebagai “Laksmi” dalam keluarga yang membawa keberuntungan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Selain itu, wanita juga memiliki tanggung jawab dalam mengatur rumah tangga, mengelola keuangan, serta mendampingi suami dalam suka dan duka.

“Peran wanita sebagai ibu juga menjadi sorotan utama, terutama dalam melahirkan, mengasuh, dan mendidik anak,” ungkap Lita Yowana. Ia menjelaskan, kasih sayang seorang ibu dinilai sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus.

Wanita juga berperan sebagai pengamal dharma yang menciptakan suasana religius dan penuh kebaikan dalam keluarga. Dalam ajaran Hindu, perempuan digambarkan sebagai sakti atau kekuatan yang mampu menghadirkan keharmonisan dan energi positif.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam rumah tangga, suami dan istri memiliki kedudukan yang setara dan saling melengkapi. Keduanya diharapkan saling menghormati, menyayangi, serta bekerja sama demi terciptanya kehidupan keluarga yang seimbang.

Dalam berbagai pustaka suci disebutkan bahwa wanita memiliki kedudukan terhormat dan harus dihargai oleh seluruh anggota keluarga. Wanita juga diibaratkan sebagai bumi atau pertiwi, sementara laki-laki sebagai benih, yang bersama-sama menciptakan kehidupan.

“Selain itu, wanita dinilai sebagai pilar utama dalam menjaga moralitas keluarga dan masyarakat,” tegas Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut. Ditambahkan, jika moral wanita terjaga, maka akan berdampak positif terhadap keturunan dan kehidupan sosial secara luas.

Masyarakat juga memberikan penghormatan tinggi kepada wanita melalui pemujaan terhadap dewi-dewi seperti Dewi Sri, Dewi Saraswati, dan Dewi Uma. Hal ini menunjukkan bahwa wanita memiliki peran penting tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam kehidupan spiritual.

Dalam ajaran Weda disebutkan bahwa wanita merupakan pengawas dan pengatur dalam keluarga yang menjalankan berbagai aturan kehidupan. Oleh karena itu, wanita dianggap sebagai aset penting yang menjaga keharmonisan rumah tangga.

Di akhir pemaparan, Lita Yowana menyampaikan tentang kewajiban orang tua yang dikenal dengan Panca Vida. Lima kewajiban tersebut meliputi melahirkan, memberi makan, melaksanakan upacara keagamaan, memberikan pendidikan, serta kasih sayang kepada anak.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Melalui pelaksanaan Panca Vida, diharapkan anak dapat tumbuh secara fisik, mental, dan spiritual dengan baik. Dengan demikian, peran wanita sebagai ibu dan pendidik dalam keluarga menjadi sangat strategis dalam membentuk generasi yang berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....