Dharma Kewajiban Suci dalam Setiap Aspek Kehidupan

  • 02 Apr 2026 11:28 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, edisi Kamis 2 April 2026, mengangkat materi bertajuk “Keagungan Dharma” yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Provinsi Bali, I Wayan Winaja. Membuka acara, ia mengajak umat Hindu untuk senantiasa bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, di mana rasa syukur tersebut menjadi dasar spiritual dalam menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan ketulusan.

Dalam pemaparannya Winaja menjelaskan bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari dua unsur yang saling bertentangan yang dikenal dengan konsep rwa bhineda. Perbedaan seperti baik dan buruk, benar dan salah, menjadi dinamika yang menciptakan keseimbangan hidup.

“Meskipun terdapat dua unsur yang berlawanan, namun nilai kebaikan seharusnya lebih dominan dalam kehidupan manusia,” ungkap Winaja. Ia menegaskan, hal ini karena tujuan utama dari kehidupan adalah mencapai kebaikan dan keharmonisan bersama.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa tidak ada yang melebihi kebenaran, sebagaimana tercantum dalam ajaran kitab suci. Kebenaran atau satya menjadi landasan utama dalam menjalankan dharma sebagai kewajiban suci umat manusia.

“Dalam kehidupan sehari-hari, sering terjadi kekeliruan dalam memahami perbedaan antara kebenaran dan kebaikan,” ungkap Penyuluh Agama Hindu Provinsi Bali tersebut. Dikatakan, kebenaran pasti mengandung kebaikan, namun kebaikan belum tentu sepenuhnya mencerminkan kebenaran.

Dharma dijelaskan sebagai kewajiban suci yang harus dijalankan dalam setiap aspek kehidupan, baik untuk diri sendiri maupun dalam kehidupan sosial. Pelaksanaan dharma juga tidak terlepas dari hukum alam atau reta serta hukum karma phala yang menentukan hasil dari setiap perbuatan.

Winaja juga menekankan bahwa kebenaran merupakan jalan menuju kesempurnaan dan keadilan dalam kehidupan. Dengan berpegang pada kebenaran, manusia dapat mencapai tujuan hidup tertinggi yaitu moksa atau kebebasan sejati.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Di akhir siaran, umat diimbau untuk senantiasa menjadikan dharma sebagai pedoman dalam mencari kebahagiaan dan kesejahteraan hidup. Melalui pelaksanaan kebenaran terlebih dahulu, maka kekayaan dan kesenangan diyakini akan mengikuti sebagai hasil dari kebajikan yang dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....