Kewajiban Adat di tengah Kesibukan Kerja

  • 02 Apr 2026 11:03 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Siaran Obrolan Galang Kangin bertajuk “Mangda Sami-Sami Mamargi” di Pro 4 RRI Denpasar edisi Rabu, 1 April 2026, menghadirkan Ajik Tibah dan Beli Kejoer, mengangkat persoalan keseharian masyarakat Bali dalam menjalankan kewajiban adat di tengah kesibukan kerja. Perubahan pola hidup modern membuat banyak warga harus membagi waktu antara tanggung jawab profesi dan kegiatan adat di lingkungan banjar.

Dalam perbincangannya, Tibah dan Kejoer mengungkapkan bahwa tidak sedikit masyarakat yang mengalami kebingungan ketika harus memilih antara bekerja atau ngayah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang terikat aturan kerja yang ketat dan tidak mudah mendapatkan waktu libur.

Untuk itu, penting adanya pemahaman bersama di lingkungan masyarakat bahwa setiap individu memiliki kondisi yang berbeda. Sikap saling menghargai dan tidak saling menyalahkan menjadi kunci agar keharmonisan tetap terjaga di tengah perbedaan kesibukan.

Selain itu, solusi yang ditawarkan antara lain pembagian tugas secara bergiliran serta pengaturan jadwal yang lebih fleksibel. Bahkan, muncul gagasan pembentukan kelompok khusus atau serati yang dapat membantu menyiapkan sarana upacara secara kolektif.

Upaya ini dinilai mampu meringankan beban masyarakat tanpa mengurangi makna dari pelaksanaan adat itu sendiri. Dengan adanya sistem gotong royong yang terorganisir, kegiatan adat tetap dapat berjalan dengan baik meskipun di tengah keterbatasan waktu.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Melalui siaran ini, masyarakat diimbau untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat ngayah sebagai bagian dari identitas budaya Bali. Dengan kebijaksanaan dan kerja sama, pelestarian adat dan tradisi diharapkan tetap berlangsung selaras dengan perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....