Pemkot Denpasar Gelar Dharma Shanti Nyepi, Tegaskan Semangat Persaudaraan
- 31 Mar 2026 04:51 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar menggelar Dharma Shanti sebagai rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu 29 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus meneguhkan nilai harmoni dan toleransi dalam kehidupan masyarakat.
Acara berlangsung khidmat diawali dengan pemujaan Dharma Shanti yang dipuput Ida Pedanda Gde Oka Bajing dari Griya Bajing Kesiman, kemudian dilanjutkan dengan pagelaran seni bertajuk Ritus Tri Bhuwana. Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, Dharma Shanti ini menegaskan nilai bahwa seluruh umat manusia merupakan satu keluarga besar yang harus hidup rukun dan saling menghormati.
Di sela kegiatan, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan bahwa Dharma Shanti tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Nyepi, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk memperkuat nilai kedamaian dan persatuan. “Melalui Dharma Shanti ini, kita diajak untuk memperkuat rasa menyama braya, saling menghargai, serta menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun Denpasar yang harmonis dan Indonesia yang maju,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar, Wayan Butuantara, dalam dharma wacananya menjelaskan bahwa Hari Suci Nyepi merupakan momentum penting dalam penanggalan Saka yang sarat makna keheningan dan penyucian diri. Ia menguraikan bahwa rangkaian Nyepi, seperti Melasti, menjadi simbol penyucian diri dan alam yang dilaksanakan di sumber air suci seperti laut, sungai, dan beji.
Hal ini mengandung pesan agar umat senantiasa menjaga kelestarian alam, khususnya air, sebagai sumber kehidupan. Lebih lanjut, ia menekankan makna Catur Brata Penyepian melalui konsep “ning, neng, nung, nang” sebagai bentuk pengendalian diri untuk menekan sifat negatif, seperti kesombongan, iri hati, dan keinginan berlebihan.
“Ketulusan, kesucian, dan pengendalian diri menjadi kunci dalam menjalankan dharma atau kebenaran dalam kehidupan,” jelasnya.
Ketua Panitia Dharma Shanti, Cokorda Wisnu Wardana, mengatakan tema kegiatan ini sejalan dengan Dharma Shanti Nasional. Semangat menyama braya menjadi landasan dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar yang berlandaskan budaya.
“Melalui semangat Sewaka Dharma atau pelayanan, Dharma Shanti ini diharapkan mampu membangun kesadaran bersama untuk mewujudkan masyarakat Denpasar yang harmonis dan Indonesia yang maju,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....