Ketulusan Hati Lebih Utama Dibandingkan Kemewahan Sebuah Persembahan

  • 30 Mar 2026 11:40 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Ayu Twin Jayantari, dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar mengajak umat Hindu untuk memahami yadnya tidak sekadar sebagai ritual, tetapi sebagai proses batin yang dilandasi kesadaran dan ketulusan menuju kedamaian diri. Ia menekankan bahwa di tengah padatnya rangkaian upacara dan tuntutan hidup modern, penting bagi umat untuk jujur pada kondisi diri agar pelaksanaan yadnya tidak berubah menjadi beban emosional.

Menurutnya, kelelahan fisik dan tekanan sosial kerap membuat seseorang menjalankan yadnya hanya secara lahiriah tanpa kehadiran batin yang utuh. Kondisi ini, jika dibiarkan, dapat menjauhkan umat dari makna spiritual karena fokus bergeser dari hubungan dengan Tuhan menjadi sekadar pemenuhan ekspektasi lingkungan.

“Dalam ajaran Hindu, ketulusan hati lebih utama dibandingkan kemewahan persembahan, sebagaimana tersirat dalam ajaran suci bahwa Tuhan menerima persembahan sederhana yang diberikan dengan bhakti,” jelas Twin Jayantari. Ia menambahkan, pemahaman ini diharapkan menjadi penenang, sehingga umat tidak merasa tertekan untuk selalu tampil sempurna dalam setiap pelaksanaan yadnya.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut juga menyoroti pentingnya mengenali kapasitas diri agar keseimbangan antara kewajiban spiritual dan kebutuhan pribadi tetap terjaga. Dengan pengelolaan energi dan emosi yang bijaksana, yadnya dapat menjadi sumber kekuatan batin, bukan sumber kelelahan.

“Bagi generasi muda, pendekatan yang penuh empati dan pendampingan sangat diperlukan agar mereka tidak merasa terbebani oleh tradisi yang dijalankan”, tamabah Twin Jayantari. Iapun memaparkan, bahwa dengan pemahaman yang tepat, generasi muda justru dapat melihat yadnya sebagai ruang bertumbuh dan sarana memperdalam makna spiritual.

Di akhir siaran, Twin Jayantari mengingatkan bahwa esensi yadnya adalah menata pikiran, menenangkan diri, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan. Dengan kesadaran yang tulus, setiap persembahan sekecil apa pun akan memiliki makna besar dalam perjalanan spiritual umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....