Kidung Sebagai Bagian dari Unsur Panca Gita dalam Panca Yadnya
- 05 Mar 2026 09:24 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Program Surya Puja yang disiarkan melalui Pro 4 RRI Denpasar, menghadirkan materi bertajuk Pengertian dan Contoh Sekar Madya oleh Penyuluh Agama Hindu Kementrian Agama Kota Denpasar, Ida Bagus Putu Arcana, Kamis 5 Maret 2026. Dalam siaran tersebut, Arcana menyampaikan dharma wacana mengenai makna, struktur, dan fungsi kidung dalam tradisi Hindu Bali.
Arcana menjelaskan bahwa sekar madya atau kidung merupakan tembang yang menggunakan metrum tengahan dan terikat pada jumlah suku kata serta pola bunyi akhir. Dalam penulisan lontar, teks kidung umumnya tidak selalu menggunakan tanda batas baris sebagaimana karya sastra modern.
“Secara struktur, kidung tersusun atas bagian pengawit, penawak, dan pengawak yang menjadi satu kesatuan utuh,” Ungkap Arcana. Ia menambahkan, bahasa yang digunakan umumnya Jawa Tengahan, sebagaimana banyak ditemukan dalam lontar-lontar klasik di Bali.
Arcana juga memaparkan bahwa kidung berkembang di Bali sejak pengaruh Jawa antara abad ke-16 hingga ke-19 dan kemudian ditulis serta dilestarikan di Bali. Dalam praktiknya, kidung dilantunkan secara berkelompok dengan memperhatikan kekompakan suara dan harmonisasi nada.
“Dari sisi musikalitas, kidung mengenal pola nada dasar ding dan dong yang menjadi landasan harmoni,” paparnya. Dijelaskan bahwa pola ini selaras dengan konsep bunyi dalam lontar, yang memandang suara sebagai simbol keseimbangan dan keharmonisan hidup.
Lebih lanjut disampaikan, permainan nada dalam kidung juga dimaknai secara filosofis sebagai simbol proses penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan dalam ajaran Hindu. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan konsep Tri Hita Karana yang menekankan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Dalam konteks keagamaan, kidung memiliki fungsi utama sebagai sarana persembahyangan, persembahan, serta peningkatan sraddha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, kidung juga berperan sebagai media pendidikan agama dan pelestarian sastra suci.
Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut menambahkan, kidung digunakan dalam pelaksanaan Panca Yadnya sebagai bagian dari unsur panca gita dalam upacara. Melalui lantunan kidung, umat diharapkan mampu mencapai kesucian batin dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Pada akhir siaran, Arcana mempraktikkan salah satu contoh kidung kawitan Margasari sebagai ilustrasi sekar madya dalam upacara yadnya. Pendengar diajak untuk terus melestarikan budaya tembang Bali sebagai warisan adiluhung yang sarat nilai spiritual dan estetika.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....