Kearifan Lokal Tradisi Mula Keto Perlu Disikapi Bijak

  • 04 Mar 2026 10:54 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Penyuluh Kementerian Agama Kota Denpasar, Alit Aryawati Apriltini dalam program Surya Puja yang disiarkan di Pro 4 RRI Denpasar edisi Rabu, 04 Maret 2026 mengangkat tema kearifan lokal dalam tradisi mula keto. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk menggurui, melainkan untuk menyegarkan kembali ingatan umat Hindu terhadap nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Menurutnya, masyarakat Bali memiliki banyak ungkapan dan tradisi seperti eda ngaden awak bisa dan paros-paros sarpanaya yang sarat makna sosial dan spiritual. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam membangun harmoni kehidupan bermasyarakat.

“Filosofi eda ngaden awak bisa mendorong manusia untuk terus meningkatkan kualitas spiritual dan kompetensi diri,” jelas Aryawati. Namun, ia mengingatkan agar maknanya tidak disalahartikan hingga menimbulkan rasa minder dan rendah diri dalam menghadapi persaingan hidup modern.

Dalam konteks tradisi mula keto, ia menyebutkan adanya kepercayaan terhadap hal-hal transendental yang tidak selalu dapat dijangkau logika ilmiah. Meski demikian, tradisi ini tetap mengandung kearifan sosial yang dapat menjadi rujukan dalam mencari solusi kehidupan.

Ia mencontohkan kondisi ketika upaya medis belum memberikan hasil maksimal, sehingga masyarakat kerap mencari jalan spiritual sebagai pelengkap. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pendekatan rasional dan spiritual sering berjalan berdampingan dalam kehidupan masyarakat Bali.

“Tradisi ini juga berkaitan dengan sistem kepercayaan tentang kelahiran dan ritual tertentu yang diyakini membawa ketenangan batin,” ungkap Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut. Ia menyebutkan, bagi sebagian masyarakat, pelaksanaan tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup.

Mengutip pemikiran Albert Einstein, ia menyampaikan bahwa ilmu tanpa agama adalah buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas dalam memahami realitas kehidupan.

Ia menambahkan bahwa di dunia pendidikan, generasi muda tetap perlu dilatih berpikir kritis dan komprehensif. Namun, pada saat yang sama, nilai-nilai kearifan lokal tetap harus dipelihara sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip kehidupan yang sehat dan rasional.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Di akhir siaran, Alit Aryawati mengajak masyarakat untuk bersikap bijaksana dalam mentransformasikan nilai-nilai tradisi. Kearifan lokal yang diwariskan leluhur dinilai memiliki filosofi tinggi yang patut dijaga dan dijadikan pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....