Warisan Budaya Kebo Dongol, Pentas Setiap 6 Bulan
- 03 Mar 2026 13:06 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID., Denpasar - Kebo Dongol merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang berasal dari desa Adat Kapal, Mengwi, Kabupaten Badung. Dikutip dari laman resmi Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Tradisi Kebo Dongol ini adalah tradisi sakral yang dipentaskan setiap 6 bulan sekali, bertepatan dengan ritual piodalan di Pura Kahyangan Dhalem Bangun Sakti. Pura Dhalem Bangun Sakti yang di sungsung oleh 1015 KK tersebar di seluruh pelosok Pulau Bali, Berlokasi di desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Pujawali di Pura Jatuh pada hari Bhuda Wage Langkir.
Tradisi Kebo Dongol merupakan arca/patung berwujud menyerupai kerbau hanya boleh dibuat oleh pemangku pura. Kebo Dongol terbuat dari adonan ketan berbentuk kebo/kerbau yang dihiasi sedemikian rupa dan ditancapi bunga kembang sepatu merah (pucuk bang) dengan sanan penyangga dari tebu ratu lengkap dengan bahan nginang yaitu sirih, pamor, gambir, tembakau dan buah pinang.
Fakta menarik perlu diketahui dari tradisi ini adalah tentang salah satu perangkat dalam tradisi yaitu pembawa Kebo Dongol yang hanya boleh dilakukan oleh laki-laki keturunan warga Desa Adat Kapal dan dilakukan secara turun menurun dengan kriteria yang sudah berlangsung sejak awal tradisi itu ada.
Tradisi ini sangat sederhana, kesederhanaannya dapat dilihat dari kostum yang digunakan oleh para perangkatnya, mulai dari penari hingga pembawa Kebo Dongol dan pedang sudamala, demikian juga tabuh pengiringnya. Lahirnya tradisi Kebo Dongol berkaitan dengan fenomona dan isi alam dilingkungan Desa Adat Kapal khususnya Banjar Basang Tamiang yang dapat dikatakan sebagai penduduk asli Desa Adat Kapal.
Pelaksanaan Tradisi Kebo Dongol pada hakekatnya merupakan persembahan terhadap para Dewa maupun Bhutakala. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan kedua kekuatan tersebut. Alam Bhur ( dewa ) dan Alam Swah ( Bhutakala/bawah) harus diseimbangkan oleh alam Bhuah (tengah/alam manusia), sebagai makhluk tertinggi yang memiliki bayu, sabda dan idep, yang pada akhirnya untuk mewujudkan alam beserta isinya menuju pada kesucian lahir bathin.
Makna penting dari Tradisi Kebo Dongol di Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung ternyata berhasil mengimplementasi keharmonisan yang bersifat universal yaitu berupa pendalaman terhadap arti penting menjaga hubungan harmoni dalam hidup dan kehidupan yaitu Tri Hita Karana. Tiga hal mendasar menjadikan manusia dengsan seisinya harmoni; yaitu terwujudnya harmoni kehidupan antara manusia dengan Tuhan (parhayangan), manuasi dengan manusia itu sendiri ( pawongan) dan manuasi dengan lingkungan hidupnya (palemahan).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....