Desa Tenganan , Mencerminkan Budaya ,Adat Istiadat Pra Hindu
- 02 Mar 2026 11:33 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Karangasem. Desa Tenganan atau dikenal dengan Tenganan Pegeringsingan, merupakan salah satu dari sejumlah desa kuno di Pulau Bali. Pola Kehidupan masyarakatnya mencerminkan kebudayaan dan adat istiadat desa Aga ( pra Hindu ) yang berbeda dari desa desa lain di Bali.Karenanya Desa Tenganan dikembangkan sebagai salah satu obyek wisata dan daya Tarik wisata budaya.
Dilansir dari laman karangasemkab.go.id. Lokasi Desa Tenganan Pegeringsingan terletak di Kecamatan Manggis,sekitar 17 kilometer jaraknya dari Kota Amlapura Ibukota Kabupaten lebih kurang 5 kilometer dari kawasan Candidasa dan sekitar 65 kilometer dari kota Denpasar.
Sebagai Obyek Wisata Budaya, Desa Tenganan memiliki banyak keunikan dan kekhasan yang menarik untuk dilihat dan dipahami. Dari sistem kemasyarakatan yang dikembangkan, bahwa Desa Tenganan terdiri dari penduduk asli desa setempat. Hal ini disebabkan karena sistem perkawinan yang dianut adalah sistem parental dimana perempuan dan laki laki dalam keluarga memiliki derajat yang sama dan berhak menjadi ahli waris.
Daya Tarik lain yang dimiliki Desa Tenganan adalah tradisi ritual Mekere kere atau yang lebih dikenal dengan “Perang Pandan”, Mekere kere merupakan bagian puncak dari prosesi rangkaian upacara Ngusaba yang digelar pada setiap Bulan juni yang berlangsung selama 30 hari.
Keunikan lain yang dimiliki oleh Desa Tenganan yang tidak dimiliki oleh daerah lainnnya di Bali bahkan di Indonesia adalah kerajiinan tenun Double ikat kain Gringsing. Kata Gringsing itu sendiri berasal dari kata gering yang berarti sakit atau musibah dan sing yang artinya tidak,maka secara keseluruhan gringsing diartikan sebagai penolak bala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....