Pentingnya Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Masa Emas Anak

  • 07 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • BKKBN Perwakilan Provinsi Bali menekankan bahwa peran ayah dalam tumbuh kembang anak balita sangat penting dan tidak hanya sebatas pencari nafkah.
  • Usia balita merupakan periode emas (golden period) di mana perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat dan memerlukan stimulasi dari kedua orang tua.
  • Keterlibatan ayah mencakup peran sebagai pendidik, pelindung, dan sumber kasih sayang bersama ibu, yang menentukan masa depan anak.

RRI.CO.ID, Denpasar - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Bali menegaskan pentingnya penguatan peran ayah dalam tumbuh kembang anak, khususnya pada masa balita. Keterlibatan sosok ayah tidak hanya terbatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga memegang peran vital sebagai pendidik, pelindung, serta sumber kasih sayang bersama ibu.

Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, I Nengah Surata, S.Sos, menyampaikan hal tersebut dalam program dialog Indonesia Cerdas di Denpasar, Rabu 5 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa usia balita merupakan periode emas (golden period) di mana perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat, sehingga stimulasi dari kedua orang tua sangat menentukan masa depan anak.

Menurut Nengah Surata, pandangan tradisional yang menempatkan pengasuhan anak semata-mata sebagai tugas ibu harus diubah. Kolaborasi yang seimbang antara ayah dan ibu dinilai mampu menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis serta memberikan teladan positif mengenai kerja sama dan rasa saling menghargai sejak dini.

Guna mendorong peran tersebut, BKKBN terus mengoptimalkan wadah Bina Keluarga Balita (BKB). Melalui kelompok BKB, para ayah diberikan edukasi komprehensif terkait teknik stimulasi sesuai usia, pemenuhan gizi, hingga komunikasi efektif. Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga menggaungkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang menaungi program Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GEMAS) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).

Keterlibatan aktif ayah terbukti memberikan dampak psikologis yang signifikan, seperti meningkatkan rasa percaya diri, kecerdasan emosional, dan prestasi anak. Nengah Surata membagikan pengalaman pribadinya dalam mendidik tiga anaknya hingga sukses menjadi dokter, yang berakar dari kebiasaan membangun komunikasi dan kedekatan emosional sejak mereka kecil.

Bagi ayah yang memiliki tingkat kesibukan tinggi, fleksibilitas dan kualitas interaksi menjadi kunci utama. Menghabiskan waktu 15 hingga 30 menit setiap hari tanpa gangguan gawai atau pekerjaan sudah memberikan makna besar bagi anak. Kehadiran utuh seorang ayah dalam momen-momen penting kehidupan anak merupakan investasi jangka panjang paling berharga bagi masa depan generasi penerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....