Tanggal 8 September Diperingati sebagai Hari Literasi Internasional
- 02 Sep 2026 13:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Setiap 8 September, masyarakat dunia memperingati Hari Literasi Internasional atau International Literacy Day sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, serta mengolah pengetahuan di tengah perkembangan zaman.
Peringatan tersebut digagas UNESCO setelah Konferensi Dunia Menteri Pendidikan untuk Pemberantasan Buta Aksara yang berlangsung di Teheran, Iran, pada 8 September 1965. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1967, Hari Literasi Internasional mulai diperingati secara rutin di berbagai negara.
UNESCO menjadikan peringatan ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan literasi yang lebih baik. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menafsirkan, mengevaluasi, dan menyampaikan informasi.
Seiring perkembangan teknologi, makna literasi semakin luas. Masyarakat kini berhadapan dengan arus informasi yang sangat cepat melalui internet dan berbagai platform digital. Kondisi tersebut membuat kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Literasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Kemampuan memahami informasi dapat membantu seseorang mengambil keputusan secara lebih tepat, mengembangkan pengetahuan, serta beradaptasi dengan berbagai perubahan sosial dan teknologi.
Di era digital, budaya membaca pun mengalami perubahan. Buku tidak lagi hanya tersedia dalam bentuk cetak, tetapi dapat diakses melalui perpustakaan digital, buku elektronik, dan berbagai sumber pengetahuan daring. Meski demikian, kemudahan akses informasi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan mengecek kredibilitas sumber.
Karena itu, Hari Literasi Internasional menjadi pengingat bahwa budaya membaca dan kemampuan memahami informasi perlu terus dikembangkan. Masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan tidak hanya aktif mencari informasi, tetapi juga mampu memastikan informasi tersebut akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Peringatan 8 September dapat menjadi momentum untuk kembali membangun kebiasaan membaca, memperluas wawasan, dan meningkatkan kecakapan dalam menggunakan informasi secara bijak. Dengan literasi yang kuat, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....