Anak Tidak Hanya Membutuhkan Ibu, Sosok Ayah juga Tak Tergantikan
- 13 Jul 2026 13:47 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Kehadiran ayah memiliki peran yang sama pentingnya dengan ibu dalam membangun keluarga yang sehat,. Ayah bukan hanya bertugas mencari nafkah, tetapi juga menjadi sosok yang memberikan rasa aman, membangun kepercayaan diri, serta menjadi teladan bagi tumbuh kembang anak.
Pada acara Rahajeng Bali, pada Rabu, 8 Juli 2026, Narasumber LBH APIK Bali, Gusti Agung Ayu Marhaeni, mengatakan bahwa banyak persoalan dalam keluarga berawal dari kurangnya keterlibatan orang tua, termasuk minimnya kehadiran ayah dalam kehidupan anak. Padahal, sosok ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter dan kondisi psikologis anak.
Menurutnya, anak yang tumbuh dengan perhatian dan pendampingan dari kedua orang tua cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih baik. Sebaliknya, anak yang kehilangan figur ayah kerap menghadapi pertanyaan dan kekosongan emosional yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembangnya. "Anak membutuhkan sosok ayah yang hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional," ujarnya.
| Baca juga: Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah |
Ia menjelaskan bahwa kehadiran ayah dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti mengantar anak ke sekolah, menemani belajar, bermain bersama, hingga hadir saat anak menghadapi kesulitan. Momen-momen tersebut menjadi kenangan berharga yang membentuk ikatan emosional antara ayah dan anak.
Sementara itu, Psikolog PUSPAGA Kota Denpasar, Mira Laksmi, mengungkapkan bahwa dalam layanan konseling keluarga, pihaknya lebih sering menerima kedatangan ibu dibandingkan ayah. Padahal, keberhasilan pengasuhan sangat ditentukan oleh keterlibatan kedua orang tua.
Menurut Mira Laksmi, konseling hanya berlangsung dalam waktu terbatas, sedangkan proses mendidik anak terjadi setiap hari di rumah. Karena itu, perubahan perilaku anak akan lebih mudah tercapai apabila ayah dan ibu bersama-sama menerapkan pola asuh yang telah disepakati.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi keluarga saat ini, mulai dari penggunaan gadget yang berlebihan hingga berkurangnya waktu kebersamaan. Kondisi tersebut membuat anak membutuhkan perhatian yang lebih besar dari orang tua, terutama melalui komunikasi yang hangat dan aktivitas bersama.
Lebih lanjut, Ayu Marhaeni mengatakan bahwa pembagian peran dalam keluarga kini tidak lagi dapat dipandang secara kaku. Jika dahulu urusan pengasuhan sering dianggap sebagai tanggung jawab ibu, kini ayah juga diharapkan aktif terlibat dalam setiap fase kehidupan anak.
Kehadiran ayah bukan sekadar membantu, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus mencegah munculnya berbagai persoalan, termasuk konflik rumah tangga maupun kekerasan terhadap anak.
Di tengah perubahan zaman, para orang tua diajak untuk kembali memaknai arti kebersamaan dalam keluarga. Anak tidak membutuhkan sosok ayah yang sempurna, melainkan ayah yang mau meluangkan waktu, mendengarkan cerita, memberikan perhatian, dan tumbuh bersama mereka.
Pada akhirnya, kasih sayang seorang ibu memang tidak tergantikan. Namun, anak juga membutuhkan pelukan, bimbingan, dan keteladanan seorang ayah. Ketika keduanya hadir dan berjalan beriringan, keluarga menjadi tempat pertama yang menumbuhkan rasa aman, cinta, dan harapan bagi masa depan anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....