Libur Sekolah Jadi Momentum Anak Aktif Bermain di Luar
- 01 Jul 2026 08:58 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Masa libur sekolah menjadi kesempatan bagi anak untuk lebih banyak bergerak dan bermain di luar ruangan. Aktivitas fisik selama liburan dinilai penting untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung perkembangan sosial, emosional, dan mental anak.
Ketika kegiatan belajar di sekolah berhenti, banyak anak justru menghabiskan waktu lebih lama di depan layar gawai, televisi, maupun permainan digital. Kondisi tersebut membuat aktivitas fisik anak berkurang sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan dan kebugaran mereka.
Dalam dunia kesehatan, fenomena ini dikenal sebagai “Structured Days Hypothesis”, yakni berkurangnya rutinitas harian yang membuat pola aktivitas anak menjadi kurang teratur. Akibatnya, anak lebih banyak melakukan aktivitas pasif dibandingkan saat menjalani kegiatan sekolah.
Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan anak usia sekolah melakukan aktivitas fisik sedikitnya 60 menit setiap hari. Kebiasaan aktif bergerak tidak hanya membantu menjaga kebugaran, tetapi juga mendukung perkembangan kemampuan sosial, pengendalian emosi, serta kesehatan mental.
Libur sekolah juga menjadi waktu yang tepat bagi anak untuk melakukan permainan bebas di luar ruangan, seperti berlari, memanjat, bersepeda, atau mengeksplorasi lingkungan sekitar dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan. Aktivitas semacam ini memberi kesempatan bagi anak untuk belajar menghadapi tantangan, meningkatkan rasa percaya diri, serta melatih kemandirian.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak yang lebih sering melakukan permainan petualangan di luar ruangan cenderung memiliki tingkat kecemasan dan gejala depresi yang lebih rendah dibandingkan anak yang jarang memperoleh kesempatan bermain secara aktif.
Meski demikian, aktivitas di luar ruangan tetap memerlukan pendampingan orang tua. Pengawasan yang dilakukan secara proporsional memungkinkan anak bereksplorasi dengan aman tanpa mengurangi kesempatan mereka belajar mandiri. Orang tua juga dianjurkan memberikan ruang bagi anak untuk mencoba berbagai aktivitas sambil tetap siap membantu ketika diperlukan.
Selain pengawasan, kondisi fisik anak selama bermain juga perlu diperhatikan. Anak yang terlalu asyik beraktivitas sering kali tidak menyadari tubuhnya mulai lelah atau mengalami kekurangan cairan. Perubahan suasana hati, mudah marah, atau tampak lesu dapat menjadi tanda bahwa anak membutuhkan waktu beristirahat.
Karena itu, orang tua disarankan mengajak anak beristirahat di tempat yang teduh, memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, serta memberikan waktu pemulihan sebelum kembali bermain. Langkah sederhana tersebut dapat membantu anak tetap nyaman beraktivitas selama menikmati masa liburan.
Dengan menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, waktu istirahat, dan pemenuhan kebutuhan cairan, libur sekolah dapat menjadi momen yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....