Mengapa Banyak Orang Rela Antre Demi Makanan Viral?

  • 22 Jun 2026 13:55 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pemandangan antrean panjang di depan gerai makanan viral sudah menjadi hal yang lumrah saat ini. Mulai dari minuman kekinian, pastry yang sedang tren, banyak orang bersedia menghabiskan waktu berjam-jam untuk antri.

Fenomena ini menunjukkan bahwa keputusan seseorang dalam memilih makan tidak hanya didasarkan pada rasa. Namun, dipengaruhi juga oleh faktor sosial, psikologis, dan budaya digital.

Salah satu alasan utama adalah fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan khawatir tertinggal tren yang sedang populer. Terdapat dorongan untuk merasakan makanan viral ketika sebuah makanan ramai dibahas di sosial media.

Media sosial memainkan peran besar dalam menciptakan dan memperkuat popularitas suatu makanan. Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube memungkinkan sebuah produk kuliner dikenal jutaan orang dalam waktu singkat. Video yang menampilkan keunikan makanan, proses pembuatan yang menarik, atau ulasan dari influencer sering kali memicu rasa penasaran publik.

Selain rasa penasaran, antrean panjang justru dapat meningkatkan daya tarik sebuah produk. Menurut Encyclopedia Britannica, banyaknya peminat sering membuat suatu produk dianggap lebih baik, berkualitas, dan layak dicoba.

Semakin sulit diperoleh, semakin tinggi pula persepsi nilai yang diberikan konsumen terhadap produk tersebut. Fenomena ini dikenal sebagai scarcity effect atau efek kelangkaan.

Banyak orang juga menjadikan pengalaman berburu makanan viral sebagai bentuk hiburan. Aktivitas mengantre, mencoba menu baru, lalu membagikan pengalaman tersebut di media sosial dapat memberikan kepuasan tersendiri. Dalam hal ini, yang dicari bukan hanya makanan, tetapi juga pengalaman sosial yang menyertainya.

Faktor visual turut menjadi alasan mengapa makanan tertentu cepat viral. Warna yang mencolok, penyajian yang unik, atau bentuk yang tidak biasa membuat makanan lebih mudah menarik perhatian. Makanan yang "fotogenik" memiliki peluang lebih besar untuk menjadi tren dibandingkan makanan yang hanya unggul dari segi rasa.

Di sisi lain, kehadiran influencer dan ulasan atau rekomendasi dari figur publik juga dapat memengaruhi keputusan konsumen. Rekomendasi tersebut sering kali dianggap lebih meyakinkan karena berasal dari pengalaman langsung yang dibagikan secara personal.

Meskipun demikian, tidak semua makanan viral mampu mempertahankan popularitasnya dalam jangka panjang. Banyak tren kuliner datang dan pergi. Namun, pengalaman unik yang ditawarkan selama masa viralnya tetap menjadi daya tarik utama bagi konsumen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....