Sejarah 21 Maret Diperingati sebagai Hari Hutan Sedunia
- 05 Mar 2026 07:47 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Setiap 21 Maret, dunia memperingati International Day of Forests atau yang dikenal di Indonesia sebagai Hari Hutan Sedunia untuk meningkatkan kesadaran publik akan peran vital hutan dalam kehidupan manusia dan kelestarian bumi. Peringatan ini telah menjadi agenda internasional sejak ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) melalui Resolusi A/RES/67/200 pada 21 Desember 2012. Peringatan pertama kali berlangsung pada 21 Maret 2013.
Hutan bukan sekadar area yang dipenuhi pepohonan. Ekosistem ini menyuplai oksigen, membantu mengatur iklim, menyaring air bersih, menyediakan makanan dan sumber penghidupan, serta menjadi tempat tinggal bagi salah satu bentuk keanekaragaman hayati terbesar di bumi.
PBB dan organisasi global, termasuk Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa‑Bangsa (FAO), mendorong negara anggota untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi dan aksi nyata, seperti penanaman pohon, kampanye kesadaran publik, diskusi ilmiah, lomba foto, dan forum kebijakan sebagai bagian dari peringatan ini.
Tiap tahun, peringatan ini juga dipusatkan pada tema tertentu. Untuk tahun 2026, tema yang diangkat adalah “Forests and Economies” menyoroti peran hutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, penyediaan bahan baku terbarukan, energi, dan lapangan kerja.
Sebelum ditetapkan sebagai peringatan internasional oleh PBB, lembaga FAO telah lebih dulu memperkenalkan World Forestry Day pada 21 Maret 1971. Tema itu kemudian dikembangkan menjadi International Day of Forests melalui kerja sama negara anggota PBB, FAO, dan United Nations Forum on Forests (UNFF).
| Baca juga: Pengasingan Soekarno, Ini Tempat-tempatnya |
Selain peran ekologis, hutan juga memberikan kontribusi ekonomi dan sosial yang signifikan. Menurut data FAO, hutan menyediakan sumber pangan, kayu, obat‑obatan, dan pekerjaan bagi miliaran orang di seluruh dunia. Mereka juga mendukung pertanian dengan membantu kesuburan tanah, pengaturan iklim mikro, dan bahan bakar biomassa untuk memasak di banyak komunitas.
Namun, hutan di seluruh dunia masih menghadapi ancaman serius berupa deforestasi, kebakaran hutan, dan konversi lahan. Laporan global menunjukkan jutaan hektare hutan hilang setiap tahunnya, meskipun berbagai upaya restorasi dan perlindungan terus dilakukan oleh komunitas internasional.
Peringatan Hari Hutan Sedunia menjadi momen penting bagi pemerintah, lembaga non‑pemerintah, penggiat lingkungan, serta masyarakat umum untuk lebih peduli dan bertindak nyata dalam menjaga kelestarian hutan demi masa depan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....