Generasi Digital dan Perubahan Cara Berkomunikasi dalam Keluarga
- 08 Mei 2026 21:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Perkembangan teknologi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat mencari informasi, tetapi juga mengubah pola komunikasi di dalam keluarga. Kehadiran gadget yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat interaksi langsung perlahan mulai berkurang, terutama antara orang tua dan anak.
Dalam acara Rahina Ayu pada Kamis, 7 Mei 2026, Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, SpKJ (K), Mars, menjelaskan bahwa anak-anak saat ini tumbuh di tengah arus informasi yang sangat cepat. Mereka terbiasa mendapatkan hiburan, pengetahuan, hingga komunikasi hanya melalui layar gadget. “Kalau dulu anak mendengarkan cerita panjang dari orang tuanya, sekarang perhatian mereka sangat cepat berpindah. Sedikit saja tidak menarik, mereka langsung beralih ke layar lain,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pola komunikasi keluarga ikut berubah. Anak-anak generasi digital cenderung lebih aktif di dunia maya dibandingkan berbicara langsung dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan, banyak anak yang lebih nyaman mengekspresikan diri melalui media sosial dibandingkan berdiskusi dengan keluarga.
Fenomena ini semakin terasa setelah pandemi COVID-19 yang membuat aktivitas belajar dan komunikasi dilakukan secara daring. Gadget menjadi kebutuhan utama, baik untuk sekolah, bekerja, maupun hiburan. Namun tanpa disadari, intensitas penggunaan gadget juga mengurangi waktu berkumpul dan berbicara dalam keluarga.
Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ (K ) menilai, kedekatan emosional antara orang tua dan anak menjadi hal yang perlu diperhatikan di tengah perkembangan teknologi saat ini. “Anak-anak sebenarnya ingin diperhatikan, diajak bicara, dipeluk, dan ditemani. Jangan sampai gadget menggantikan kehadiran orang tua,” katanya.
Sementara itu, dr. Made Peri Ardiana K. menjelaskan bahwa berbagai aplikasi digital memang dirancang agar pengguna terus bertahan di depan layar. Notifikasi, video pendek, hingga media sosial membuat seseorang sulit melepaskan diri dari gadget, termasuk anak-anak dan remaja.
Meski demikian, teknologi bukan sepenuhnya hal negatif. Gadget tetap membantu komunikasi dan mempermudah aktivitas sehari-hari. Tantangannya adalah bagaimana keluarga mampu menjaga keseimbangan antara dunia digital dan interaksi nyata di rumah.
Di tengah lahirnya generasi digital, komunikasi sederhana seperti makan bersama, bercengkerama, atau mendengarkan cerita anak menjadi semakin penting. Sebab, hubungan keluarga tidak dapat dibangun hanya melalui koneksi internet, tetapi juga melalui kehadiran dan perhatian secara langsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....