Kesalahan Penggunaan Singkatan “Om Swastyastu” Menjadi “OSA” dalam Komunikasi Chat
- 13 Jun 2026 12:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID. Denpasar - Perkembangan teknologi digital telah membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan praktis. Salah satu dampaknya adalah munculnya kebiasaan menyingkat kata atau kalimat dalam percakapan melalui chat.
Namun, tidak semua ungkapan tepat untuk disingkat, terutama ungkapan yang memiliki makna budaya dan religius. Salah satu contohnya adalah penggunaan singkatan “OSA” sebagai pengganti salam “Om Swastyastu”.
“Om Swastyastu” merupakan salam umat Hindu yang mengandung doa dan harapan akan keselamatan, kesejahteraan, serta kebahagiaan. Bagi masyarakat Bali, salam ini bukan sekadar sapaan, melainkan juga bentuk penghormatan dan bagian dari identitas budaya.
Oleh karena itu, penggunaan salam tersebut memiliki nilai yang mendalam dan sebaiknya disampaikan secara utuh. Penggunaan singkatan “OSA” memang dianggap lebih praktis dalam komunikasi digital.
Akan tetapi, singkatan tersebut dapat mengurangi makna yang terkandung dalam salam aslinya. Selain itu, tidak semua orang memahami bahwa “OSA” merupakan singkatan dari “Om Swastyastu”, sehingga dapat menimbulkan kebingungan dalam komunikasi.
Dari segi pembinaan bahasa, penggunaan bentuk lengkap lebih mencerminkan kesantunan, kejelasan, dan penghargaan terhadap lawan bicara. Sebagai pengguna bahasa, kita perlu bijak dalam menyesuaikan bahasa dengan konteks komunikasi.
Kecepatan dalam mengetik pesan tidak seharusnya menghilangkan nilai budaya dan makna yang terkandung dalam suatu ungkapan. Oleh karena itu, penggunaan salam “Om Swastyastu” secara lengkap lebih dianjurkan daripada menggunakan singkatan “OSA”.
Dengan demikian, kita dapat menjaga kesantunan berbahasa sekaligus melestarikan nilai budaya yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
(Penulis : Dewa Ayu Chintya Dwi Mahayani - Universitas PGRI Mahadewa Indonesia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....