Dari Rumah Bisa Dimulai: Cara Sederhana Beradaptasi dengan Perubahan Iklim
- 14 Apr 2026 10:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Perubahan iklim kini bukan lagi isu yang terasa jauh. Masyarakat mulai merasakannya secara langsung, mulai dari cuaca yang sulit diprediksi, hujan deras dalam waktu singkat, hingga suhu panas yang semakin ekstrem. Kondisi ini menuntut manusia untuk tidak hanya menyadari, tetapi juga mulai beradaptasi dari hal-hal sederhana, bahkan dari rumah sendiri.
Dalam Dialog Rahajeng Bali pada Kamis, 9 April 2026, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali, Putu Suta Wijaya, menyampaikan bahwa perubahan alam yang terjadi saat ini merupakan fenomena nyata yang harus disikapi bersama. Ia mencontohkan kejadian banjir di beberapa wilayah yang sebelumnya tidak pernah mengalami hal serupa, sebagai tanda bahwa pola alam telah berubah.
Menurutnya, upaya adaptasi tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Justru, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat dapat memberikan dampak yang signifikan. Salah satunya adalah dengan menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita tidak tahu sampai kapan ketersediaan air akan tetap melimpah. Karena itu, mulai dari sekarang masyarakat perlu belajar mengatur penggunaan air dengan bijak,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga dapat berkontribusi melalui kegiatan sederhana seperti menanam pohon di lingkungan rumah. Tidak harus dalam jumlah besar, menanam satu atau dua pohon perindang pun sudah menjadi langkah awal dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Upaya lain yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan sekitar. Misalnya, menjaga kebersihan saluran air untuk mencegah banjir saat hujan deras, serta mengurangi aktivitas yang dapat merusak lingkungan.
Putu Suta Wijaya menambahkan bahwa selain mitigasi, masyarakat juga perlu memahami pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim. Artinya, masyarakat harus mulai menyesuaikan pola hidup dengan kondisi alam yang terus berubah, termasuk dalam hal penggunaan sumber daya dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Di Bali sendiri, berbagai upaya edukasi terus dilakukan oleh komunitas dan relawan kebencanaan, mulai dari sosialisasi hingga kegiatan penanaman mangrove sebagai bentuk mitigasi. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Kalau hanya mengandalkan program besar tanpa dukungan masyarakat, tentu tidak akan maksimal. Justru perubahan itu bisa dimulai dari rumah masing-masing,” jelasnya.
Perubahan iklim memang menjadi tantangan global, namun solusi tidak selalu harus datang dari langkah besar. Dari kebiasaan sederhana di rumah, setiap individu dapat mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Dengan kesadaran dan aksi kecil yang dilakukan bersama, adaptasi terhadap perubahan iklim bukan lagi hal yang sulit untuk diwujudkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....