Kedondong Buah Asam Segar Kaya Nutrisi Alami
- 13 Apr 2026 12:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Buah kedondong yang selama ini identik sebagai pelengkap rujak dan asinan, kini mulai mendapat perhatian lebih sebagai sumber pangan bergizi dan tanaman pekarangan bernilai ekonomi. Selain rasanya yang khas asam segar dan renyah, kedondong juga menyimpan sejumlah kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.
Kedondong, yang memiliki nama ilmiah Spondias dulcis, merupakan tanaman tropis yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 5–15 meter dan dikenal adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan, terutama di dataran rendah hingga sekitar 700 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan data dari USDA FoodData Central, dalam 100 gram buah kedondong terkandung sekitar 30–60 mg vitamin C. Kandungan ini menjadikan kedondong berpotensi membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan sebagai antioksidan alami.
Selain itu, kedondong juga mengandung serat pangan yang mendukung kesehatan pencernaan. Dengan kadar air mencapai 80–85 persen, buah ini turut membantu menjaga hidrasi tubuh, terutama di iklim tropis.
| Baca juga: Jeruk Kalamansi Makin Populer dan Serbaguna |
Tak hanya buahnya, daun kedondong juga digunakan dalam pengobatan tradisional di sejumlah daerah. Daun ini kerap diolah menjadi rebusan herbal untuk membantu meredakan gangguan pencernaan ringan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa pemanfaatan daun kedondong masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut.
Dari sisi pertanian, kedondong tergolong tanaman yang mudah dibudidayakan. Selain tahan terhadap berbagai jenis tanah, tanaman ini juga bisa ditanam dalam pot atau planter bag, sehingga cocok untuk masyarakat perkotaan dengan lahan terbatas.
Metode perbanyakan vegetatif seperti cangkok dan sambung pucuk dinilai lebih efektif karena mampu menghasilkan buah lebih cepat, yakni dalam waktu sekitar 3–5 tahun.
Dengan meningkatnya tren konsumsi pangan sehat dan lokal, kedondong berpotensi menjadi komoditas hortikultura yang menjanjikan. Buah ini dapat diolah menjadi berbagai produk seperti jus, manisan, hingga sirup, yang memiliki nilai tambah secara ekonomi. Selain itu, keberadaan pohon kedondong sebagai tanaman peneduh juga memberikan manfaat ekologis di lingkungan permukiman.
Kedondong bukan sekadar buah pelengkap hidangan tradisional. Kandungan gizinya, kemudahan budidaya, serta potensi ekonominya menjadikan tanaman ini layak dikembangkan lebih luas. Dengan pengelolaan yang tepat, kedondong dapat berkontribusi pada ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....