Kelengkeng Buah Tropis Kaya Nutrisi

  • 13 Apr 2026 13:25 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Kelengkeng atau yang juga dikenal sebagai longan semakin mendapat perhatian masyarakat sebagai buah tropis bernilai gizi tinggi. Buah beraroma lembut dengan daging bening ini tidak hanya digemari karena rasa manisnya, tetapi juga karena kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang mendukung kesehatan tubuh.

Kelengkeng dikenal luas di berbagai negara Asia sebagai “dragon’s eye” atau mata naga, merujuk pada tampilan bijinya yang hitam mengilap di tengah daging buah yang bening. Dalam 100 gram buah segar, kelengkeng mengandung energi sekitar 60–70 kkal, vitamin C sekitar 40 mg, serta mineral penting seperti kalium, fosfor, dan magnesium.

Menurut Journal of Food Composition and Analysis kandungan vitamin C pada kelengkeng berperan dalam membantu daya tahan tubuh dan pembentukan kolagen. Sementara itu, kalium di dalamnya mendukung keseimbangan cairan dan fungsi otot.

Tanaman kelengkeng diperkirakan berasal dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama Tiongkok bagian selatan, Thailand, dan Vietnam. Kini, budidayanya telah menyebar luas ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Di Indonesia, kelengkeng banyak dibudidayakan di Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan. Perkembangan varietas dataran rendah menjadi salah satu faktor meningkatnya minat petani karena memungkinkan tanaman ini berbuah di wilayah yang sebelumnya kurang ideal.

Selain sebagai buah meja, kelengkeng juga dikonsumsi dalam bentuk kering, campuran minuman herbal, hingga dessert modern. Kandungan antioksidan dan polifenol di dalamnya dipercaya dapat membantu melawan stres oksidatif, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat medisnya secara menyeluruh.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa kelengkeng memiliki kandungan gula alami yang cukup tinggi sehingga konsumsi berlebihan, terutama bagi penderita diabetes, perlu dibatasi.

Dalam dunia pertanian, kelengkeng menjadi komoditas yang semakin menjanjikan. Teknik perbanyakan seperti cangkok dan sambung pucuk (grafting) banyak digunakan untuk menghasilkan tanaman yang cepat berbuah dan memiliki sifat unggul.

Varietas populer seperti Kelengkeng Kristal, Itoh, hingga Diamond River kini banyak dibudidayakan secara komersial karena produktivitasnya yang tinggi dan rasa buah yang disukai pasar.

Kelengkeng bukan hanya buah dengan cita rasa manis yang menyegarkan, tetapi juga memiliki nilai gizi, budaya, dan ekonomi yang kuat. Dengan perkembangan teknologi budidaya, buah ini semakin mudah diakses masyarakat luas dan berpotensi menjadi komoditas unggulan hortikultura di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....