BPBD Bali Ajak Masyarakat Tanam Kembali Pohon Langka
- 07 Apr 2026 03:45 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Bali saat ini, sangat bergantung pada kesadaran Masyarakat, dalam menjaga kelestarian alam melalui penanaman vegetasi. Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda, Serta Ketua Tim Kajian, Verifikasi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi, Bidang Rehabilitasi Dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Bali, Sang Putu Adi Sanjaya,S.Kom.M.A.P., menekankan pentingnya reboisasi tanaman langka warisan leluhur, untuk mencegah dampak buruk cuaca ekstrem di Provinsi Bali.
Adi Sanjaya mengungkapkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, sering kali dipicu oleh hilangnya tanaman-tanaman penyangga air, yang kini dianggap langka oleh masyarakat. Banyak pohon yang dulunya berfungsi sebagai penahan erosi justru ditebang, karena dianggap hanya sebagai simbol kesucian, padahal fungsi ekologisnya sangat krusial bagi lingkungan.
"Padahal bagi kami di BPBD tanaman yang dianggap langka itu adalah penanda musibah. Sebenarnya tanaman langka dulu jumlahnya banyak, namun sekarang hilang akibat perilaku manusia yang kurang menghargai alam," ujar Adi Sanjaya ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar.
Adi Sanjaya menambahkan pengalihan fungsi lahan dari hutan desa menjadi pemukiman, menyebabkan vegetasi pelindung hilang, sehingga memicu anomali banjir di beberapa titik seperti yang terjadi di Tukad Badung beberapa waktu lalu. Meskipun intensitas hujan tidak terlalu tinggi, ketiadaan akar pohon membuat tanah tidak mampu menyerap air secara optimal, dan mengakibatkan luapan ke area sekitar.
Restorasi ekosistem di area sensitif seperti kuburan atau setra, menjadi langkah konkret yang dapat diambil, untuk membangun kembali sabuk hijau desa. Pohon-pohon besar yang sempat ditebang harus segera diganti dengan bibit baru, agar fungsi hidrologis lahan tetap terjaga demi keselamatan generasi mendatang.
"Tugas kita sekarang bukan mengeluhkan keadaan, melainkan melakukan langkah nyata. Salah satu aksi nyata yang dapat dilakukan yaitu dengan merestorasi kembali tanaman-tanaman yang sempat hilang,agar alam kembali seimbang,"tutup Adi Sanjaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....