Generasi Z dan Alpha: Cara Baru Menyikapi Liburan di Era Digital

  • 04 Apr 2026 16:10 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Liburan bagi anak-anak kini tidak lagi identik dengan permainan tradisional atau aktivitas luar ruang semata. Di era digital, Generasi Z dan Alpha memiliki cara tersendiri dalam mengisi waktu luang, dengan teknologi dan media sosial sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keseharian mereka.

Fenomena ini menjadi sorotan dalam acara Rahajeng Bali pada Jumat, 3 April 2026, yang mengangkat isu libur panjang dari berbagai sudut pandang. Perubahan gaya hidup generasi muda dinilai membawa peluang sekaligus tantangan, terutama dalam memanfaatkan waktu libur secara produktif.

Perwakilan Forum Anak Daerah Bali, I Made Krisna Sukma Wardana menyebutkan bahwa generasi saat ini cenderung lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi. Liburan tidak hanya diisi dengan hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar hal baru, mengembangkan minat, hingga membuat karya digital. “Kita bisa memanfaatkan media sosial untuk hal positif, seperti membuat konten edukasi atau mencari informasi yang bermanfaat,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Duta Anak Provinsi Bali 2025, Dheandra Aurelia Anjani Harahap yang menilai liburan sebagai ruang untuk eksplorasi diri. Menurutnya, banyak anak yang mulai menggali potensi melalui berbagai kegiatan, mulai dari komunitas hingga produksi konten digital. Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua anak memiliki pemahaman yang sama dalam membedakan mana aktivitas yang bermanfaat dan mana yang berisiko.

Di sisi lain Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bali, Ir. I Made Ariasa, M.Pd menyoroti adanya perubahan pola interaksi anak di era digital. Jika sebelumnya anak lebih banyak berinteraksi secara langsung, kini ruang digital menjadi arena utama. Kondisi ini, menurutnya, perlu diimbangi dengan pengawasan dan pembinaan agar tidak menimbulkan dampak negatif.

“Anak-anak sekarang sangat cepat beradaptasi dengan teknologi, tetapi tanpa pendampingan, mereka bisa terpapar konten yang tidak sesuai,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter dan pola asuh yang kuat agar anak mampu menyaring informasi secara mandiri.

Di tengah perubahan tersebut, peran orang tua tetap menjadi kunci. Pendampingan yang adaptif dan tidak hanya melarang, tetapi juga memahami dunia digital anak yang dinilai penting agar liburan tetap menjadi momen yang aman dan bermakna.

Dengan demikian, Generasi Z dan Alpha menghadirkan wajah baru dalam memaknai liburan. Di tangan mereka, waktu luang bukan sekadar jeda, melainkan peluang untuk tumbuh, berkarya, dan terhubung dengan dunia yang lebih luas, tentu dengan arahan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....