Upaya Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender
- 16 Mar 2026 13:24 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Kekerasan berbasis gender masih menjadi persoalan penting yang harus dihadapi. Tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi bisa juga terjadi pada laki-laki tanpa mengenal usia.
Kekerasan berbasis gender sangat merugikan korban karena bisa menimbulkan penderitaan dan rasa trauma. Kekerasan tersebut bisa dilakukan secara fisik, sosial, psikologis, maupun di ruang digital.
Sampai saat ini, kekerasan berbasis gender masih sering terjadi karena adanya permakluman baik dari pelaku dan masyarakat sekitar. Kekerasan sering terjadi tanpa kita sadari karena menganggapnya adalah hal yang normal.
Ni Komang Putriani dari Bali Sruti menyampaikan bahwa terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghapus kekerasan berbasis gender. Salah satunya dimulai dengan pendidikan dari keluarga sejak dini.
Dalam program Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi di RRI Pro 1 Denpasar, Tria mengungkapkan bahwa pendidikan sejak dini penting membentuk kesetaraan. Ketika anak melihat interaksi orang tua yang saling bekerjasama dalam mengurus rumah tangga, maka akan membentuk mindset yang baik.
Kesetaraan akan tertanam pada anak yang melihat bahwa pekerjaan domestik bisa dilakukan oleh laki-laki, tidak hanya perempuan. Membangun keasadaran pada hal kecil juga diperlukan untuk mewaspadai tindakan kekerasan berbasis gender.
Ni Komang Putriani sebagai narasumber mengungkapkan banyak kekerasan kecil yang sering tidak disadarari. Sesederhana mengomentari fisik di postingan sosial media dan melontarkan candaan yang mengarah pada pembullyan.
Komunikasi dan apresiasi juga penting dilakukan bagi seorang individu khususnya dalam suatu hubungan. Disampaikan Tria bahwa komunikasi penting untuk mewujudkan kesetaraan dengan mendiskusikan batasan antar individu dalam hubungan.
Apresiasi juga perlu disampaikan untuk merubah cara pandang yang lebih mendasar. Penghapusan kekerasan berbasis gender bukan hanya soal kebijakan atau program, tetapi juga tentang perubahan cara pandang dan relasi sosial di masyarakat.
Upaya-upaya tersebut yang nantinya perlahan bisa menghapus kekerasan berbasis gender.