Pekerja Anak di Bali: Fenomena di tengah Indah Pariwisata
- 11 Mar 2026 21:36 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Bali dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia yang ramai dikunjungi wisatawan. Namun di balik geliat industri pariwisata tersebut, masih terdapat persoalan sosial yang memerlukan perhatian serius, salah satunya adalah keberadaan pekerja anak di beberapa wilayah.
Luh Putu Anggreni, SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Bali dalam acara Rahajeng Bali pada Rabu, 11 Maret 2026, menyebut bahwa isu pekerja anak masih menjadi fenomena yang muncul di tengah masyarakat. Beberapa anak masih terlihat bekerja di jalanan, termasuk di persimpangan lampu merah, atau membantu aktivitas ekonomi keluarga pada usia yang seharusnya masih difokuskan untuk pendidikan dan perkembangan diri.
Putu Anggreni, fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai persoalan sederhana. Faktor ekonomi keluarga, kurangnya kesadaran akan hak anak, hingga tekanan sosial sering kali menjadi penyebab anak terlibat dalam aktivitas kerja sejak usia dini.
Di sisi lain, beberapa wilayah yang berkembang sebagai kawasan pariwisata juga disebut memiliki potensi munculnya kasus pekerja anak. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena anak-anak yang bekerja berisiko kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak serta mengenyam pendidikan secara optimal.
Dalam diskusi yang melibatkan Duta Anak Kota Denpasar, para perwakilan anak turut menyampaikan pandangannya mengenai persoalan ini. Mereka menilai bahwa pekerja anak sering kali menjadi bagian dari masalah sosial yang lebih besar, seperti tekanan ekonomi keluarga atau kurangnya akses pendidikan.
Para Duta Anak juga berupaya menyuarakan aspirasi anak melalui berbagai kegiatan edukasi dan program partisipasi anak. Salah satunya melalui gerakan yang mendorong kesadaran masyarakat agar lebih memperhatikan hak-hak anak, termasuk hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara layak.
Upaya pencegahan pun terus didorong melalui kerja sama antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan lembaga perlindungan anak. Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperkuat aturan di tingkat komunitas atau desa adat untuk mencegah praktik eksploitasi anak.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar orang tua memahami bahwa pendidikan dan perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan keluarga dan generasi mendatang.
Di tengah perkembangan pariwisata Bali yang semakin pesat, perlindungan terhadap anak menjadi tanggung jawab bersama. Dengan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan fenomena pekerja anak dapat diminimalkan sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sebagai generasi penerus bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....