Tanggal 20 Maret Dirayakan sebagai Hari Dongeng Sedunia
- 05 Mar 2026 07:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Setiap tahunnya, 20 Maret diperingati sebagai Hari Dongeng Sedunia (World Storytelling Day), sebuah momentum global untuk merayakan seni bercerita lisan yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Peringatan ini tidak hanya mengenang kisah-kisah masa kecil tetapi juga menghargai peran dongeng dalam membentuk imajinasi, pola pikir, dan nilai budaya di seluruh dunia.
Hari Dongeng Sedunia pertama kali muncul di Swedia pada awal 1990-an, ketika komunitas pendongeng nasional merayakan acara yang disebut “Alla berättares dag” atau Hari Semua Pendongeng pada tanggal 20 Maret. Perayaan ini kemudian menyebar ke negara lain, termasuk Australia dan negara-negara di Amerika Latin pada akhir 1990-an. Pada awal 2000-an, jaringan pendongeng di Skandinavia mulai terhubung melalui internet dan akhirnya gagasan tersebut berkembang menjadi World Storytelling Day yang dirayakan di seluruh dunia sejak sekitar tahun 2009. World Storytelling Day diperingati di berbagai benua dengan tujuan mendorong sebanyak mungkin orang untuk menceritakan dan mendengarkan cerita dalam bahasa mereka sendiri, di hari yang sama.
Merangkum dari berbagai sumber, peringatan ini memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:
Mengangkat seni bercerita lisan sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.
Menghubungkan orang-orang dari berbagai budaya melalui cerita yang dibagi dalam bahasa masing-masing.
Mempromosikan saling pengertian dan persahabatan antar bangsa melalui pertukaran cerita.
Dongeng bukan sekadar hiburan masa kecil, tetapi memiliki dampak yang luas: ia membantu meningkatkan kreativitas, memupuk imajinasi, serta menghubungkan pengalaman hidup antar generasi. Sejak zaman purba, manusia telah menyampaikan cerita melalui berbagai media dari lukisan di gua hingga pertunjukan lisan sebagai cara untuk memahami dunia di sekitar mereka.
Untuk turut merayakan Hari Dongeng Sedunia, masyarakat dapat melakukan berbagai cara sederhana namun bermakna, antara lain:
Bercerita bersama keluarga atau teman
Mengumpulkan orang-orang terdekat di ruang yang nyaman dan saling berbagi cerita favorit dengan ekspresi suara dan gerak tubuh.
Mengajak anak-anak berpartisipasi
Anak-anak sangat menikmati cerita. Orang dewasa bisa menggunakan properti, kostum sederhana, atau boneka untuk membuat sesi bercerita lebih menarik.
Membuat cerita sendiri
Tidak harus sekadar mengulang dongeng lama, tetapi juga menciptakan kisah baru dengan karakter dan pesan yang unik.
Mengikuti acara literasi atau komunitas
Banyak perpustakaan, pusat budaya, atau komunitas sastra yang mengadakan acara mendongeng, diskusi tentang cerita rakyat, atau kegiatan membaca bersama.
Hari Dongeng Sedunia menjadi momen penting untuk menghidupkan kembali tradisi bercerita antargenerasi, mempererat hubungan sosial, dan memperkaya wawasan budaya. Dengan beragam cerita dari seluruh penjuru dunia, pengalaman mendongeng menjadi jembatan yang mempertemukan manusia dari latar budaya berbeda dalam satu bahasa universal.