Charger Menancap: Pemborosan Kecil Berdampak Besar.

  • 02 Mar 2026 20:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Bagi banyak orang, membiarkan charger ponsel tetap menempel di stop kontak setelah dipakai sudah menjadi pemandangan biasa di rumah. Sering kali kita merasa hal itu sepele karena menganggap selama ujung kabel tidak terhubung ke ponsel, maka tidak ada energi yang terbuang. Namun, asumsi ini sebenarnya keliru dan justru bisa berdampak pada efisiensi energi kita.

Dalam istilah kelistrikan, ada fenomena yang disebut dengan phantom load atau beban hantu. Nama ini merujuk pada daya listrik yang terus "terhisap" secara diam-diam oleh perangkat elektronik. Meski terlihat pasif, adaptor charger tersebut sebenarnya masih bekerja menarik arus listrik dari sumber daya selama ia masih tertancap di dinding.

Hal ini terjadi karena di dalam setiap adaptor terdapat rangkaian komponen elektronik yang dirancang untuk selalu siap pakai. Begitu charger tersambung ke stop kontak, sirkuit di dalamnya langsung aktif tanpa menunggu ponsel dihubungkan. Konsumsinya memang tergolong kecil, namun ia bekerja tanpa henti selama 24 jam penuh setiap harinya.

Bayangkan jika perilaku ini tidak hanya dilakukan pada satu charger ponsel, tapi juga pada laptop, televisi, hingga perangkat elektronik lainnya di rumah. Akumulasi dari "listrik gaib" ini secara perlahan akan menumpuk. Dalam jangka panjang, tumpukan daya yang terbuang sia-sia ini akan mulai menunjukkan wujudnya pada nominal tagihan listrik bulanan Anda.

Selain masalah biaya, kebiasaan ini sebenarnya bisa memperpendek usia pakai charger itu sendiri. Karena terus-menerus dialiri arus, komponen internal di dalamnya akan tetap berada dalam suhu yang hangat. Jika suhu panas ini terjaga terus-menerus, komponen sensitif di dalamnya akan lebih cepat aus dibandingkan jika charger dicabut saat sedang tidak digunakan.

Para ahli konservasi energi terus mengingatkan pentingnya mengubah kebiasaan kecil ini. Mencabut charger segera setelah pengisian daya selesai adalah langkah paling efektif untuk memutus rantai pemborosan. Tak hanya soal hemat energi, tindakan ini juga memperkecil risiko terjadinya korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran akibat panas berlebih pada adaptor yang berkualitas rendah.

Memang butuh usaha ekstra untuk membungkuk dan mencabut kabel setiap kali selesai mengisi daya. Namun, bayangkan langkah sederhana ini sebagai kontribusi nyata Anda untuk kantong yang lebih hemat dan lingkungan yang lebih hijau. Jadi, jangan biarkan "listrik hantu" bergentayangan di rumah Anda—cabut kabelnya sekarang juga sebelum tagihan berikutnya mengejutkan Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....