Orang Tua, Guru Pertama Anak
- 24 Jan 2026 15:55 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Sebelum seorang anak mengenal ruang kelas, buku pelajaran, dan lingkungan masyarakat, ia terlebih dahulu belajar dari rumah. Di sanalah orang tua menjadi sosok pertama yang memperkenalkan nilai, kebiasaan, dan cara menjalani kehidupan.
Hal tersebut dikemukakan Penyuluh Agama Hindu Agung Diah dan Kadek Aryani dalam acara Tanya Jawab Agama Hindu belum lama ini.
Dikatakan orang tua memiliki peran sebagai guru rupaka, guru pertama dan utama bagi anak sejak lahir.
Sejak dalam kandungan hingga tumbuh dewasa, orang tualah yang membentuk dasar kehidupan seorang anak. Mulai dari mengajarkan merangkak, berjalan, berbicara, hingga mengenalkan nilai sopan santun dan spiritualitas. Pendidikan pertama yang diterima anak bukanlah akademik, melainkan keteladanan yang ia lihat setiap hari dari ayah dan ibunya.
“Orang tua adalah figur pertama yang dikenal seorang anak di dunia. Dari orang tualah anak belajar, bukan hanya lewat nasihat, tetapi lewat contoh nyata,” disampaikan Agung Diah dalam dialog tersebut.
Dalam ajaran Hindu, peran orang tua sebagai guru rupaka memiliki kedudukan yang sangat penting. Orang tua dipandang sebagai wujud nyata pembimbing kehidupan yang harus dihormati, karena melalui merekalah anak belajar mengenal nilai kebaikan, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
Seiring perkembangan zaman, peran orang tua sebagai guru pertama pun mengalami tantangan. Di tengah kemajuan teknologi dan kemudahan akses informasi, pola asuh tidak lagi bisa bersifat otoriter. Anak-anak masa kini cenderung meniru apa yang mereka lihat, bukan sekadar apa yang mereka dengar.
Keteladanan menjadi kunci utama. Ketika orang tua mengajarkan anak untuk sembahyang, bersikap santun, dan berperilaku baik, hal tersebut perlu terlebih dahulu dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai inilah yang kemudian menjadi bekal anak sebelum memasuki dunia sekolah dan masyarakat.
Peran orang tua sebagai guru pertama tidak berhenti pada masa kanak-kanak. Bimbingan, motivasi, dan evaluasi terus dibutuhkan agar anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi kehidupan sosialnya.
Orang tua tidak hanya memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan anak tapi memiliki peran sebagai contoh untuk seorang anak. Melalui peran inilah keluarga menjadi sekolah pertama bagi seorang anak. Tempat ia belajar menjadi manusia seutuhnya sebelum melangkah jauh ke dunia luar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....